Logo Header Antaranews Makassar

OJK Sulselbar dan Unismuh Makassar dorong literasi keuangan syariah

Senin, 12 Januari 2026 17:25 WIB
Image Print
Suasana literasi keuangan syariah yang digelar OJK Sulselbar dan Universitas Muhammadiyah Makassar, Senin (12/1/2026). (ANTARA/Frotza Alifi)
OJK terus mengedukasi masyarakat agar terhindar dari aktivitas keuangan ilegal, seperti investasi bodong,

Makassar (ANTARA) - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (Sulselbar) bekerja sama dengan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Makassar, melalui Program Studi Ekonomi Islam, menyelenggarakan kegiatan edukasi keuangan sebagai upaya memperkuat literasi dan inklusi keuangan, khususnya keuangan syariah di kalangan mahasiswa, Senin.

Acara tersebut diikuti mahasiswa dari berbagai program studi di lingkungan Universitas Muhammadiyah Makassar, di antaranya Ekonomi islam, Manajemen, Perpajakan, Akuntansi, dan Ekonomi Pembangunan.

Dalam sambutannya, Amiruddin Muhidu selaku Kepala Divisi Pengawasan Perilaku, Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK Sulselbar menegaskan mahasiswa memiliki posisi strategis sebagai agen perubahan dalam membangun kesadaran dan pemahaman keuangan.

Ia menyoroti masih rendahnya tingkat inklusi keuangan syariah di Indonesia meskipun tingkat literasi masyarakat tergolong cukup baik.
“Kegiatan ini bukan semata agenda OJK atau kampus, melainkan ikhtiar bersama untuk meningkatkan pemahaman masyarakat agar mampu menggunakan layanan keuangan yang legal, terdaftar, dan aman. Dan OJK terus mengedukasi masyarakat agar terhindar dari aktivitas keuangan ilegal, seperti investasi bodong dan pinjaman online ilegal, yang masih marak dan berpotensi merugikan," ungkapnya.

Dia juga mengungkapkan bahwa OJK memberikan peluang magang dan ucapan terima kasih kepada Universitas Muhammadiyah Makassar atas kerja sama dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut

“Kami mengapresiasi inisiatif Universitas Muhammadiyah, khususnya Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, yang secara aktif menjalin kolaborasi dengan OJK dalam penguatan literasi keuangan, entah itu membuka program magang, atau kunjungan kampus dan seminar keuangan lainnya.

Sementara itu, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Makassar Dr Edi Jusriadi dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas sinergi yang terjalin antara OJK dan Unismuh Makassar.

Menurutnya, kegiatan ini sejalan dengan visi kampus dalam mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial dan kontribusi nyata bagi umat.

“Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unismuh Makassar tidak hanya menekankan penguasaan teori, tetapi juga berharap mahasiswa untuk terlibat langsung dalam proses edukasi di lapangan dan pemberdayaan masyarakat mengingat mahasiswa adalah agen perubahan,” ujarnya.

Dalam sesi pemaparan materi yang dipaparkan oleh Adi Sucipto Dwi Prasetyo selaku Kepala Bagian Perizininan OJK Suselbar. Ia mengungkapkan bahwa indeks literasi keuangan nasional saat ini telah mencapai 66,46 persen. Literasi keuangan konvensional dan syariah tercatat relatif sejajar, masing-masing 66,45 persen dan 64,82 persen.

Namun demikian, tingkat inklusi keuangan syariah masih berada di angka 13,41 persen, jauh tertinggal dibandingkan inklusi keuangan nasional yang telah menembus 80,51 persen.

Data tersebut menunjukkan bahwa tantangan utama keuangan syariah bukan lagi pada aspek pengetahuan, melainkan pada akses layanan, tingkat kepercayaan masyarakat, serta keberlanjutan pemanfaatannya.

Melalui kegiatan ini, diharapkan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Makassar mampu menjadi pelopor literasi keuangan, sekaligus berkontribusi aktif dalam meningkatkan inklusi keuangan syariah di masyarakat.



Pewarta :
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2026