Logo Header Antaranews Makassar

Gubernur targetkan pertumbuhan ekonomi Sulbar sebesar 5,5 persen pada 2026

Selasa, 20 Januari 2026 04:22 WIB
Image Print
Gubernur Sulbar Suhardi Duka (tengah) pada peringatan Hari Desa Nasional, di Mamuju, Senin (19/1) (ANTARA/HO-Diskominfo Sulbar)

Mamuju (ANTARA) - Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka menargetkan pertumbuhan ekonomi daerah itu pada 2026 sebesar 5,5 hingga enam persen, sehingga dengan capaian tersebut Provinsi Sulbar dapat menurunkan angka kemiskinan hingga satu persen.

"Saya menargetkan pertumbuhan ekonomi Sulbar pada 2026 berada di kisaran 5,5 hingga enam persen. Dengan capaian tersebut, saya optimistis angka kemiskinan dapat ditekan hingga turun sebesar satu persen," kata Suhardi Duka, di Mamuju, Senin.

Gubernur menyampaikan itu pada peringatan Hari Desa Nasional yang juga dirangkaikan peringatan Hari Kesadaran Nasional, yang dihadiri seluruh ASN lingkup Pemprov Sulbar dan sejumlah kepala desa di daerah itu.

Tahun 2026 merupakan periode yang penuh tantangan bagi seluruh pemerintah daerah di Indonesia, termasuk bagi pemerintah desa, akibat berkurangnya transfer dana dari pemerintah pusat.

"Kita sadar bahwa 2026 ini adalah masa-masa yang tidak terlalu baik-baik saja bagi pemerintah daerah seluruh Indonesia, termasuk kepala desa. Namun yakinlah, tidak ada orang yang kuat jika tidak pernah menghadapi tantangan," terangnya.

Baca juga: Bapperida dan BI kolaborasi percepatan pertumbuhan ekonomi Sulbar

Baca juga: Diskominfo Sulbar jaga ruang informasi jelang Sensus Ekonomi 2026

Ia menyebutkan, berkurangnya dana transfer pusat ke daerah di Sulbar mencapai Rp1 triliun, termasuk dana yang sebelumnya dialokasikan untuk kabupaten dan desa.

Meski demikian, Suhardi Duka menegaskan tidak menurunkan target pertumbuhan ekonomi maupun target penurunan angka kemiskinan daerah.

"Saya tidak menurunkan target pertumbuhan ekonomi dan penurunan angka kemiskinan, karena saya yakin seluruh pejabat Eselon II dan para kepala desa memiliki semangat serta komitmen yang kuat," tegasnya.

Ia juga mengingatkan seluruh aparatur sipil negara (ASN) dan kepala desa agar menjadikan Hari Kesadaran Nasional sebagai momentum untuk terus menanamkan tanggung jawab moral dalam menjalankan tugas pemerintahan dan pelayanan publik.

"Saudara-saudara adalah orang-orang terbaik dan terpilih untuk memimpin dan menyelenggarakan pemerintahan di provinsi yang kita cintai ini. Yakini itu," tegasnya.

Kepada para kepala desa, dia mengucapkan selamat Hari Desa Nasional 2026 yang kedua.

Baca juga: Gubernur: Pembentukan DOB Kota Mamuju percepat pertumbuhan ekonomi di Sulbar

Ia mengakui adanya penyesuaian anggaran desa, namun meminta para kepala desa tetap bersabar dan fokus pada program strategis nasional.

"Meski dana Rp500 juta per tahun ditarik, yakinlah itu akan kembali ke desa dalam bentuk pembangunan dan penguatan ekonomi, salah satunya melalui Koperasi Merah Putih," katanya.

Ia menekankan pentingnya peran kepala desa dalam menghidupkan Koperasi Merah Putih sebagai instrumen pemerataan ekonomi dan penguatan ekonomi desa.

Menurutnya, keberhasilan program tersebut akan mendapatkan apresiasi, sementara kegagalan akibat kelalaian akan berimplikasi hukum.

"Koperasi Merah Putih ini program strategis nasional. Kalau sukses, saudara akan diapresiasi. Tapi kalau gagal karena kelalaian, tentu ada konsekuensi hukum," ujar Suhardi Duka.

Gubernur juga menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Sulbar dalam mendukung program tersebut dengan memanfaatkan aset-aset pemerintah daerah sebagai lokasi pembangunan kantor dan gerai Koperasi Merah Putih di enam kabupaten di Sulbar.

"Itu bukti bahwa kami memberikan dukungan yang kuat terhadap pengembangan Koperasi Merah Putih di seluruh kabupaten di Sulbar," katanya.



Pewarta :
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026