
Transmigrasi merupakan investasi pembangunan di Sulbar

Mamuju (ANTARA) - Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka menyebutkan bahwa investasi terbaik bagi daerah itu saat ini adalah melalui program transmigrasi.
"Paling bagus adalah investasi yang dilakukan pemerintah saat ini adalah transmigrasi. Transmigrasi ini penting," kata Suhardi Duka, pada rapat bersama para kepala organisasi perangkat daerah (OPD) lingkup Pemprov Sulbar, di Mamuju, Selasa.
Gubernur menyampaikan bahwa skema transmigrasi yang dijalankan pemerintah saat ini, jauh berbeda dibandingkan puluhan tahun lalu dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat lokal.
Suhardi Duka menjelaskan bahwa program transmigrasi kini menerapkan komposisi 50 persen transmigran lokal dan 50 persen transmigran dari luar daerah, sehingga peluang bagi masyarakat Sulbar, khususnya keluarga miskin menjadi jauh lebih besar.
Ia membandingkan dengan pola transmigrasi di masa lalu yang dinilai kurang berpihak pada daerah penerima.
Saat itu kata Gubernur, masyarakat lokal hanya memperoleh sekitar 15 persen kuota, bahkan sebagian besar diisi oleh transmigran dari provinsi lain.
"Dulu kita hanya dapat 15 persen. Itu pun banyak dari Sulawesi Selatan, yakni dari Kabupaten Gowa dan Bone. Daerah kita paling dapat lima kepala keluarga saja. Tapi sekarang sudah 50 banding 50," jelasnya.
Transmigrasi juga lanjut Suhardi Duka merupakan investasi besar dari negara, karena didukung dengan penyediaan lahan, infrastruktur dasar, serta fasilitas pendukung kehidupan masyarakat.
"Fasilitas transmigrasi itu besar. Dengan skema ini, orang-orang miskin kita bisa masuk transmigrasi, dan itu bisa menjadi solusi nyata untuk meningkatkan kesejahteraan," katanya.
Sehingga, Suhardi Duka menekankan pentingnya mendorong dan mengoptimalkan program transmigrasi sebagai bagian dari strategi pembangunan daerah dan pengentasan kemiskinan di Sulbar.
"Ini investasi yang sangat bagus dan harus kita dorong," ujar Suhardi Duka.
Sebelumnya, yakni pada 19 November 2025, Menteri Transmigrasi Republik Indonesia Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara meninjau dua lokasi pembangunan Mes Patriot di Kecamatan Kalukku Kabupaten Mamuju.
Dua lokasi yang ditinjau yakni lahan aset Pemerintah Provinsi Sulbar di kawasan wisata Gentungan Kecamatan Kalukku, seluas sekitar lima hektare, serta lokasi alternatif di Dusun Bebangan Kecamatan Kalukku yang berada di jalur Trans Sulawesi.
Mes Patriot Transmigrasi tersebut direncanakan menjadi pusat kegiatan penelitian, pendidikan, dan pengembangan kawasan transmigrasi, yang akan dimanfaatkan oleh mahasiswa penerima beasiswa Patriot, peneliti serta tim Ekspedisi Patriot.
Pewarta : Amirullah
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
