
PLN Sulselrabar evaluasi strategi komunikasi untuk perbaikan layanan hingga 3T

Makassar (ANTARA) - PT PLN (Persero) melalui Unit Induk Distribusi (UID) Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Barat (Sulselrabar) telah mengevaluasi strategi komunikasi untuk perbaikan layanan hingga wilayah terluar, terdepan dan tertinggal (3T).
Evaluasi yang dilakukan melalui pengambilan data secara kuantitatif melalui ribuan responden dan secara detail dilakukan pula pengambilan data dari berbagai sumber melalui Focus Group Discussion (FGD), salah satunya di Kota Makassar.
Executive Vice President Komunikasi Korporat & TJSL PLN Gregorius Adi Trianto melalui keterangannya di Makassar, Selasa, mengemukakan FGD yang digelar bertujuan mengevaluasi hasil kerja komunikasi selama setahun terakhir dan merumuskan arah perbaikan komunikasi perusahaan ke depan.
"Secara kuantitas, kami sudah mendapatkan banyak masukan dari kuesioner. Namun, secara kualitas, FGD ini sangat penting untuk menggali informasi lebih dalam dan memastikan data yang diperoleh valid,” ujar dia.
FGD yang digelar di beberapa kota besar se Indonesia itu juga sebagai bagian dari rangkaian Survei Persepsi Publik yang rutin dilakukan setiap tahun.
Kegiatan itu menjadi langkah strategis PLN dalam memetakan efektivitas komunikasi perusahaan, baik kepada publik internal maupun eksternal.
Melalui survei tersebut, PLN tidak hanya mengumpulkan data kuantitatif dari ribuan kuesioner, tetapi juga menekankan pentingnya validasi kualitatif melalui diskusi langsung dengan berbagai pihak. Harapannya, diskusi ini memberikan gambaran realitas pelayanan PLN di masyarakat, termasuk menyampaikan saran hingga kritikan terkait pelayanan PLN hingga pelosok.
Salah satu temuan menarik yang muncul dari FGD kali ini adalah pergeseran kanal informasi yang semakin dominan.
Jika sebelumnya masyarakat mengandalkan media massa dan televisi, kini grup percakapan seperti WhatsApp telah menjadi sumber informasi tercepat dan paling sering diakses.
"Informasi pertama kali sampai ke publik justru melalui grup-grup percakapan. Ini menjadi koreksi penting bagi kami agar konten yang disiapkan lebih ringan, mudah dipahami, dan cepat diterima," kata Gregorius.
Dalam menghadapi tantangan komunikasi ke depan, PLN menilai bahwa bukan hanya soal jangkauan luas, tetapi juga bagaimana menyampaikan substansi informasi secara jelas, akurat, dan dapat membangun perubahan perilaku publik.
Dengan maraknya hoaks dan informasi yang belum tentu benar, PLN menekankan pentingnya menghadirkan narasi dari sumber yang terpercaya, salah satunya melalui media massa.
"Tujuan akhirnya adalah membangun kepercayaan. Informasi yang benar harus diyakini berasal dari kanal resmi PLN, sehingga publik dapat mendapatkan pengetahuan yang akurat," katanya.
Pewarta : Nur Suhra Wardyah
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
