
670.274 ton pupuk subsidi disalurkan di Sulsel pada 2025

Makassar (ANTARA) - Pupuk Indonesia menyalurkan 670.274 ton pupuk bersubsidi yang terdiri atas pupuk urea, pupuk phonska dan pupuk NPK di Provinsi Sulawesi Selatan selama tahun 2025.
Senior Manager Pupuk Indonesia Wilayah Sulawesi Maluku dan Papua (Sulamapua) Sukodim di Makassar, Sabtu, menyebutkan penyaluran pupuk subsidi 670.274 ton itu mencapai 79 persen dari alokasi 846.796 ton selama 2025.
"Capaian ini sudah melampaui penyaluran pupuk subsidi tahun sebelumnya yang realisasinya sebesar 642.000 ton," ujar Sukodim.
Secara keseluruhan untuk semua jenis pupuk, volume penyaluran pupuk subsidi terbesar di Sulawesi Selatan berada di Kabupaten Bone dengan total pupuk yang telah disalurkan mencapai 128.072 ton dari alokasi 148.335 ton, atau setara dengan 86 persen.
Menurut Sukodim, capaian ini menjadikan Kabupaten Bone sebagai daerah dengan kuantum penyaluran pupuk terbesar di Sulawesi Selatan untuk seluruh jenis pupuk, baik Urea maupun NPK.
Sukodim menilai bahwa tantangan utama dalam penyaluran pupuk saat ini meliputi dua aspek, yaitu kesesuaian serapan pupuk dengan dosis rekomendasi serta ketertiban administrasi transaksi penyaluran dengan target zero correction.
Zero correction berarti seluruh transaksi penyaluran pupuk telah sesuai dengan ketentuan dan petunjuk teknis yang berlaku.
Pewarta : Nur Suhra Wardyah
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026
