Logo Header Antaranews Makassar

670.274 ton pupuk subsidi disalurkan di Sulsel pada 2025

Sabtu, 31 Januari 2026 15:36 WIB
Image Print
Petani memberikan pupuk ke lahan pertanian padi di Timbuseng, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Sabtu (1/2/2025). Pupuk Indonesia mengalokasikan pupuk subsidi untuk Provinsi Sulawesi Selatan naik 11 persen dari 834.341 ton di 2024 meningkat menjadi 922.370 ton pupuk subsidi di 2025 dalam rangka menjadikan provinsi tersebut sebagai salah satu daerah lumbung pangan dalam mewujudkan swasembada pangan nasional. (ANTARA/Arnas Padda)

Makassar (ANTARA) - Pupuk Indonesia menyalurkan 670.274 ton pupuk bersubsidi yang terdiri atas pupuk urea, pupuk phonska dan pupuk NPK di Provinsi Sulawesi Selatan selama tahun 2025.

Senior Manager Pupuk Indonesia Wilayah Sulawesi Maluku dan Papua (Sulamapua) Sukodim di Makassar, Sabtu, menyebutkan penyaluran pupuk subsidi 670.274 ton itu mencapai 79 persen dari alokasi 846.796 ton selama 2025.

"Capaian ini sudah melampaui penyaluran pupuk subsidi tahun sebelumnya yang realisasinya sebesar 642.000 ton," ujar Sukodim.

Secara keseluruhan untuk semua jenis pupuk, volume penyaluran pupuk subsidi terbesar di Sulawesi Selatan berada di Kabupaten Bone dengan total pupuk yang telah disalurkan mencapai 128.072 ton dari alokasi 148.335 ton, atau setara dengan 86 persen.

Menurut Sukodim, capaian ini menjadikan Kabupaten Bone sebagai daerah dengan kuantum penyaluran pupuk terbesar di Sulawesi Selatan untuk seluruh jenis pupuk, baik Urea maupun NPK.

Sukodim menilai bahwa tantangan utama dalam penyaluran pupuk saat ini meliputi dua aspek, yaitu kesesuaian serapan pupuk dengan dosis rekomendasi serta ketertiban administrasi transaksi penyaluran dengan target zero correction.

Zero correction berarti seluruh transaksi penyaluran pupuk telah sesuai dengan ketentuan dan petunjuk teknis yang berlaku.

Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Pupuk Indonesia salurkan 670.274 ton pupuk subsidi di Sulsel pada 2025



Pewarta :
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026