Logo Header Antaranews Makassar

BPBD imbau nelayan waspada potensi gelombang tinggi di pesisir Sulbar

Selasa, 3 Februari 2026 18:19 WIB
Image Print
Kepala Pelaksana Harian BPBD Sulbar Muhammad Yasir Fattah. ANTARA/HO-Diskominfo Sulbar

Mamuju (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) mengimbau nelayan untuk mewaspadai potensi terjadinya gelombang tinggi di wilayah pesisir.

"Kami mengimbau nelayan agar mewaspadai potensi terjadinya gelombang tinggi di wilayah pesisir Sulbar," kata Kepala Pelaksana Harian (Plh) BPBD Sulbar Muhammad Yasir Fattah di Mamuju, Selasa.

Berdasarkan laporan resmi prakiraan cuaca pelabuhan dari BMKG Kelas II Tampapadang Mamuju Nomor: B/ME.01.02/CP/02/MJU/II/2026 yang berlaku pada 3-6 Februari 2026 disebutkan kecepatan angin berkisar 1-16 knot, dengan hembusan (gust) mencapai 20–24 knot, dengan tinggi gelombang signifikan umumnya 0,3-1,1 meter, namun berpotensi mencapai 1,3-1,6 meter di beberapa pelabuhan.

Laporan tersebut mencakup kondisi cuaca dan kelautan di sejumlah pelabuhan strategis di Sulbar, antara lain Tanjung Silopo Polewali dan Tinambung Kabupaten Polewali Mandar, Pelabuhan Baru Majene, Palipi, Pamboang dan Dermaga Dungkait di Kabupaten Majene, serta Pelabuhan Feri Mamuju.

Sementara perubahan arah arus permukaan dan pasang surut, kata Yasir Fattah, perlu diwaspadai oleh kapal kecil dan perahu nelayan.

Yasir Fattah menegaskan kondisi gelombang sedang tersebut tetap memerlukan kewaspadaan, khususnya bagi kapal kecil, nelayan tradisional, dan aktivitas penyeberangan.

“Kami mengimbau operator pelabuhan, nelayan, dan masyarakat pesisir, untuk terus memantau informasi resmi BMKG serta berkoordinasi dengan BPBD dan instansi terkait sebelum melaut. Keselamatan harus menjadi prioritas utama," ucap Yasir Fattah.

Laporan resmi prakiraan cuaca pelabuhan itu, lanjut dia, merupakan bagian dari langkah kesiapsiagaan, agar seluruh potensi risiko hidrometeorologi dapat diantisipasi lebih dini.

"Pusdalops secara rutin memonitor informasi BMKG sebagai dasar peringatan dini. Data ini sangat penting untuk mendukung keselamatan aktivitas pelayaran, nelayan dan masyarakat pesisir," jelas Yasir Fattah.



Pewarta :
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026