
Ratusan polisi amankan lokasi strategis di Maros

Maros (ANTARA) - Polres Maros menurunkan sebanyak 216 personel untuk mengamankan sejumlah lokasi strategis termasuk lokasi pelaksanaan sholat tarawih di berbagai masjid di Kabupaten Maros.
"Langkah ini merupakan komitmen kepolisian dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat selama bulan suci Ramadhan," kata Kasi Humas Polres Maros, AKP Ahmad di Makassar, Kamis.
Dia mengatakan, pengamanan tersebut menjadi bagian dari strategi pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang dilakukan secara terencana dan berkelanjutan.
Hal ini mengingat meningkatnya aktivitas masyarakat pada malam hari selama Ramadhan.
Personel yang diterjunkan berasal dari berbagai satuan fungsi serta jajaran Polsek, dengan pola penugasan bergiliran agar pengawasan berjalan optimal sepanjang bulan suci.
Adapun fokus pengamanan diarahkan pada masjid-masjid prioritas, kawasan padat jamaah, serta titik-titik keramaian yang berpotensi mengalami lonjakan mobilitas masyarakat.
Selain penjagaan statis, aparat juga melakukan patroli mobile dan pengaturan arus lalu lintas untuk mengantisipasi kemacetan, gangguan keamanan, hingga potensi tindak kriminalitas di sekitar lokasi ibadah.
Karena itu, pengerahan ratusan personel tersebut merupakan bentuk pelayanan kepolisian dalam menjamin rasa aman bagi masyarakat yang menjalankan ibadah.
“Kehadiran polisi di tengah masyarakat diharapkan mampu menciptakan suasana yang kondusif, sehingga ibadah tarawih dapat berlangsung dengan khusyuk dan tanpa gangguan,” ujarnya.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk berperan aktif menjaga keamanan lingkungan, termasuk memastikan rumah dan kendaraan dalam kondisi aman saat ditinggalkan beribadah.
Melalui pendekatan pengamanan yang humanis dan terukur serta berbasis sinergi dengan masyarakat, pelaksanaan ibadah sholat tarawih di Kabupaten Maros diharapkan berlangsung tertib, lancar, serta mencerminkan suasana Ramadhan yang aman dan nyaman.
Pewarta : Suriani Mappong
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
