Logo Header Antaranews Makassar

ISF: lima negara pertama kirim personel ke Gaza, termasuk Indonesia

Jumat, 20 Februari 2026 05:54 WIB
Image Print
Presiden Prabowo Subianto (tengah, barisan depan) menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Dewan Perdamaian (Board of Peace/BoP) Gaza di Donald J. Trump Institute of Peace, Washington DC, Amerika Serikat, Kamis (19/2/2026). ANTARA/HO-BPMI Sekretariat Presiden.

Jakarta (ANTARA) - Indonesia menjadi satu dari lima negara anggota Dewan Perdamaian (Board of Peace/BoP) pertama yang akan mengirim personel ke Jalur Gaza, demikian diungkapkan pasukan stabilisasi untuk Gaza atau International Stabilization Force (ISF).

"Saya dengan gembira mengumumkan bahwa lima negara pertama yang akan mengirim personel untuk bertugas dalam ISF yaitu Indonesia, Maroko, Kazakhstan, Kosovo, dan Albania,” ucap Panglima ISF Mayor Jenderal Jasper Jeffers dalam pertemuan perdana tingkat kepala negara Dewan Perdamaian di Washington DC, Kamis pagi waktu setempat.

Sebagaimana dipantau melalui siaran daring Gedung Putih di Jakarta, Kamis malam, Jeffers juga mengungkapkan bahwa Mesir dan Yordania adalah dua negara anggota Dewan Perdamaian yang bersedia memberikan pembinaan bagi pasukan kepolisian Gaza yang akan dibentuk.

Dalam pemaparannya, Panglima ISF mengatakan badan stabilisasi itu memiliki dua tujuan, yaitu memastikan terjaganya keamanan dan stabilitas Gaza serta memastikan dapat terbentuknya pemerintahan sipil di wilayah Palestina tersebut.

Mayjen Jeffers mengungkapkan tim ahli militer telah bekerja secara langsung dari sebuah pusat operasi bersama yang akan menjadi markas ISF.

Ia menuturkan menurut rencana, personel ISF akan dibagi ke dalam lima sektor di Jalur Gaza, dengan masing-masing sektor akan mendapatkan satu brigade ISF. Menurut pemaparan yang ditampilkan, kelima sektor itu ialah Rafah, Khan Younis, Deir al Balah, Gaza City, dan Gaza Utara.

Dalam waktu dekat, personel ISF akan diterjunkan di wilayah Rafah di Gaza selatan, dan dari situ ISF secara berangsur akan melanjutkan operasinya ke wilayah utara Gaza. Pembinaan pasukan kepolisian juga akan dilakukan di waktu yang sama.

Mayjen Jeffers mengatakan dalam jangka panjang, pihaknya memperkirakan adanya 20.000 personel ISF dan 12.000 personel kepolisian untuk Jalur Gaza.

"Dengan langkah-langkah awal ini, kami akan mewujudkan keamanan yang diperlukan Gaza untuk masa depannya yang sejahtera dan perdamaian yang berkelanjutan,” kata Jeffers.



Berita selengkapnya : RI jadi satu dari lima negara terawal yang kirim personel ke Gaza



Pewarta :
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026