
PMI Makassar siapkan darah selama Ramadhan melalui upaya kolaboratif

Makassar (ANTARA) - Palang Merah Indonesia (PMI) Makassar melakukan berbagai upaya kolaboratif yang melibatkan sejumlah pihak guna memenuhi kebutuhan darah selama bulan suci Ramadhan.
Kepala Unit Transfusi Darah (UTD) PMI Makassar dr Sukmawati di Makassar, Jumat, mengemukakan bahwa sejumlah pihak telah menyatakan dukungan untuk ikut memenuhi stok darah yang relatif menurun saat Ramadhan.
"Saat ini Kodim juga punya program untuk mendukung ketersediaan darah di Kota Makassar. Melalui Koramilnya, mereka mengerahkan Babinsa untuk mengajak masyarakat mendukung ketersediaan darah di Kota Makassar," urainya.
Pelibatan sejumlah komunitas dan jemaat gereja di Kota Makassar juga menjadi gerakan kolaboratif yang sangat membantu pemenuhan stok darah di PMI Makassar.
Komunitas Tionghoa secara rutin setiap tahun menggelar donor darah di pagi hari sebagai wujud dukungan terhadap ibadah umat Muslim yang puasa selama sebulan. Begitu pula jemaat gereja di beberapa tempat menyiapkan giat donor darah secara bergilir untuk menopang ketersediaan komponen darah di PMI Makassar.
"Pelaksanaannya juga disesuaikan dengan kemampuan SDM kami, karena kita juga membuka gerai donor darah Ramadhan di sejumlah masjid, salah satunya Masjid Al Markaz Al Islami dan beberapa masjid kecamatan," ujarnya.
Sukmawati menargetkan gerai donor Ramadhan ini mampu memberikan sumbangsih sebanyak 3.000 kantong darah selama Ramadhan.
Diakuinya ketersediaan komponen darah berkurang saat Ramadhan, bahkan komponen trombosit terbilang kosong, namun hal ini dianggap wajar di tengah bulan puasa.
Namun dia memastikan stok komponen sel darah merah, PRC terbilang aman. Sementara pemenuhan trombosit relatif harus menunggu dua hingga tiga hari ke depan karena gerai donor Ramadhan baru dibuka di sejumlah masjid.
"Ada beberapa permintaan kita harus menunggu untuk penyimpannya karena tidak langsung tersedia," kata dia.
Pewarta : Nur Suhra Wardyah
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
