Logo Header Antaranews Makassar

Siswa SMA/SMK di Takalar antusias mengikuti program Ramadhan Andalan Mengaji

Rabu, 25 Februari 2026 17:07 WIB
Image Print
Aktivitas belajar mengaji pada program Ramadhan Andalan Mengaji di SMA 6 Takalar, Rabu (25/02/2026). ANTARA/Nur Suhra Wardyah

Makassar (ANTARA) - Dinas Pendidikan Sulawesi Selatan yang saat ini menggelar Program Ramadhan Andalan Mengaji di berbagai SMA/SMK Sederajat di Sulawesi Selatan disambut antusias oleh siswa di Kabupaten Takalar, Sulsel.

Siswa asal SMAN 6 Takalar Khaidil mengaku bahwa program ini sangat inovatif karena kembali memperbaiki bacaan Al Quran yang diakui nyaris jarang diulang-ulang.

"Belajar mengaji ini bagus karena kita dapat refresh kembali bacaan yang sudah dipelajari dan dilupa," kata Khaidil yang duduk di kelas X SMAN 6 Takalar di Takalar, Rabu.

Program Ramadhan Andalan Mengaji yang digelar rutin setiap tahun memang hadir sebagai wujud mencegah dan memberantas buta aksara Al Quran di tingkat SMA/SMK sederajat se-Sulawesi Selatan. Termasuk memperlancar bacaan Al Quran bagi siswa yang masih terbata-bata.

Tim pengajar juga diambil dari sejumlah komunitas keagamaan seperti BKPRMI dan sejumlah guru mengaji yang potensial di sekitar sekolah. Pada tahun ini, giat tersebut dilaksanakan 23-28 Februari 2026.

Hampir sama dengan Khaidil, Alifia yang juga mengikuti program ini menyebut giat ini memiliki potensi besar untuk meningkatkan kemampuan tilawah siswa siswi, dengan fokus utama memperbaiki bacaan.

"Saya sangat mendukung dan berharap kegiatan ini memberikan dampak positif yang luas. Semoga jadi amal jariah untuk semua yang terlibat program ini," kata siswi kelas X RA Kartini, SMA 6 Takalar itu.

Antusias mengikuti program mengaji ini juga diperlihatkan para siswa-siswi SMA 5 Takalar yang berada di Kecamatan Galesong. Apalagi, pada pelaksanaannya siswa juga belajar tata cara shalat dengan memperbaiki bacaannya.

"Kegiatannya seru, karena kita belajar cara sholat sekaligus memperbaiki bacaan sholat. Biasanya kita belajar saat SD dan sekarang kembali diperbaiki bacaannya," kata siswi SMA 5 Takalar yang akrab disapa Aul.

Salah satu pengajar Program Ramadhan Andalan Mengaji, Sukriadi mengemukakan bahwa teori dan praktik harus dikolaborasikan dalam setiap materi pembelajaran. Hal ini dianggap mampu merangsang minat siswa agar terus termotivasi belajar, terlebih di bulan suci Ramadhan.

Kata dia, pembelajaran saat ini harus lebih inovatif sesuai zaman tanpa mengesampingkan norma dan budaya ajar di kalangan siswa. Salah satunya membangun karakter siswa agar lebih santun berperilaku dan saling menghargai.

"Adik-adik terbilang antusias, mereka banyak bertanya soal perbaikan bacaannya masing-masing, apalagi kami juga mengawali pembelajaran dengan mengulang materi yang sebelumnya," kata dia.



Pewarta :
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026