
Kesbangpol Sulbar dan Densus 88 Anti Teror sosialisasi bahaya radikalisme

Mamuju (ANTARA) - Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Sulawesi Barat bersama Satgaswil Densus 88 Antiteror serta pemuda lintas agama mensosialisasikan bahaya radikalisme melalui desain komunikasi visual.
"Langkah ini dilakukan sebagai upaya pencegahan dini terhadap potensi penyebaran paham yang dapat mengancam persatuan dan stabilitas keamanan di daerah," kata Kepala Badan Kesbangpol Sulbar Muhammad Darwis Damir, di Mamuju, Kamis.
Sosialisasi dan edukasi bahaya radikalisme dengan memanfaatkan desain komunikasi visual berupa spanduk, poster dan materi kampanye tersebut dipasang di sejumlah titik strategis di Kabupaten Mamuju.
Pemanfaatan desain komunikasi visual dinilai efektif sebagai sarana edukasi publik karena pesan yang disampaikan dapat lebih mudah dipahami oleh masyarakat luas.
Melalui media visual tersebut, masyarakat kata Darwis Damir diberikan pemahaman mengenai dampak negatif dari berbagai paham yang berpotensi merusak tatanan kehidupan bermasyarakat.
Dalam materi sosialisasi tersebut dijelaskan bahwa intoleransi dapat merusak kerukunan, memicu perpecahan dan mengancam persatuan.
Sementara radikalisme dapat memecah persatuan, menyebarkan kebencian serta memicu terjadinya kekerasan di tengah masyarakat.
Selain itu, ekstremisme disebut dapat memicu konflik, merusak persatuan serta mengancam kedamaian masyarakat.
Adapun terorisme dinilai sebagai tindakan yang menimbulkan ketakutan, merusak persatuan dan mengancam keselamatan masyarakat.
Darwis Damir menyampaikan bahwa upaya pencegahan terhadap paham radikal, membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, aparat keamanan, tokoh agama dan generasi muda.
"Melalui kolaborasi ini, kami ingin memperkuat kesadaran masyarakat untuk bersama-sama menolak paham intoleransi, radikalisme, ekstremisme dan terorisme, demi menjaga stabilitas dan kedamaian di Sulbar," katanya.
Sosialisasi dan kolaborasi tersebut kata Darwis Damir, merupakan bagian dari pelaksanaan tupoksi Kesbangpol dalam melakukan upaya cegah dini serta menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat, khususnya yang berkaitan dengan kehidupan sosial dan keagamaan di daerah.
Keterlibatan pemuda lintas agama di Provinsi Sulbar juga menjadi bagian penting dalam memperkuat semangat toleransi dan kebersamaan di tengah masyarakat yang majemuk.
"Para pemuda dari berbagai latar belakang agama turut berperan aktif menyampaikan pesan perdamaian serta mengajak masyarakat menjaga kerukunan antar-umat beragama," kata Darwis Damir.
Sementara, Kepala Satgaswil Densus 88 Antiteror Sulbar Sufyan Ansyari menekankan pentingnya edukasi dan literasi kepada masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh narasi provokatif yang berpotensi memecah belah persatuan.
"Pencegahan menjadi kunci utama. Dengan pemahaman yang baik, masyarakat diharapkan mampu mengenali dan menolak berbagai bentuk penyebaran paham radikal," jelasnya.
Kampanye itu lanjutnya , juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersatu dalam menjaga persatuan dengan pesan utama:
"Mari bersama kita tolak intoleransi, radikalisme, ekstremisme dan terorisme demi Sulbar yang damai," ujar Sufyan Ansyari.
Pewarta : Amirullah
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
