
Dinkes Sulbar memperkuat pengelolaan obat kesehatan jiwa

Mamuju (ANTARA) - Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Provinsi Sulawesi Barat memperkuat pengelolaan obat kesehatan jiwa melalui pertemuan para pengelola kefarmasian dengan pengelola program kesehatan jiwa di daerah itu.
"Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam memastikan ketersediaan dan pengelolaan obat kesehatan jiwa yang lebih terintegrasi di seluruh fasilitas pelayanan kesehatan di Sulbar," kata Kepala Dinkes P2KB Provinsi Sulbar dr Nursyamsi Rahim di Mamuju, Senin.
Berdasarkan surat dari Kementerian Kesehatan, sasaran orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) berat di Provinsi Sulbar pada 2026 diperkirakan mencapai 3.082 orang.
Jumlah tersebut tersebar di enam kabupaten di Sulbar, dengan sebaran terbesar di Kabupaten Polewali Mandar.
Namun, kata dia, dukungan obat dalam program kesehatan jiwa dari pemerintah pusat masih terbatas.
"Pemerintah pusat hanya mampu memenuhi sekitar 10 persen dari total kebutuhan obat yang diusulkan, sehingga sebagian besar kebutuhan lainnya perlu dipenuhi oleh pemerintah daerah melalui perencanaan dan penganggaran yang matang," katanya
Oleh karena itu, kata dia, sinergisitas antara pengelola kefarmasian dan pengelola program kesehatan jiwa menjadi penting agar pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan optimal.
Ia menyebut pertemuan itu sebagai penting untuk memastikan ketersediaan obat kesehatan jiwa tetap terjamin di fasilitas pelayanan kesehatan.
"Dengan koordinasi yang kuat antara pengelola farmasi dan program kesehatan jiwa, kita dapat memastikan bahwa masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan jiwa tetap mendapatkan pengobatan secara berkelanjutan," ujarnya.
Ia menekankan bahwa pemerintah daerah memiliki peran penting dalam menjamin keberlangsungan pelayanan kesehatan jiwa, termasuk melalui penguatan perencanaan kebutuhan obat serta pengelolaan distribusi hingga tingkat pelayanan kesehatan dasar.
Ia berharap, melalui pertemuan itu terbangun koordinasi yang lebih solid antara pengelola program dan pengelola obat sehingga kebutuhan layanan kesehatan jiwa di Sulbar dapat terpenuhi secara optimal.
"Sekaligus memperkuat sistem pelayanan kesehatan yang lebih responsif, inklusif, dan berkeadilan bagi seluruh masyarakat," kata Nursyamsi.
Pewarta : Amirullah
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
