
Gubernur Sulsel: Jembatan gantung penting untuk tingkatkan akses warga pedesaan

Makassar (ANTARA) - Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Andi Sudirman Sulaiman mendukung program jembatan gantung Aramco dan Bailey yang dibangun TNI di Kabupaten Maros.
Andi Sudirman dalam keterangannya di Makassar, Selasa, mengatakan pembangunan jembatan gantung perintis sangat penting dalam meningkatkan aksesibilitas di wilayah pedesaan, mempercepat mobilitas warga, serta mendukung aktivitas masyarakat sehari-hari.
“Kami berharap semoga dapat meningkatkan aksesibilitas di pedesaan, mempercepat mobilitas warga, utamanya penyeberangan anak sekolah, serta memperkuat infrastruktur fisik di daerah,” ujarnya saat peluncuran jembatan gantung Aramco dan Bailey serentak oleh Presiden Prabowo.
Ia mengatakan salah satu dari ratusan lebih jembatan di Sulsel yang dikunjungi proses pembangunannya yaitu berlokasi di Kabupaten Maros. Jembatan tersebut menghubungkan Desa Bonto Manurung dan Desa Bonto Matinggi, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Maros.
Jembatan yang menghubungkan Desa Bonto Matinggi dan Desa Bonto Manurung ini memiliki panjang sekitar 70 meter.
Dalam kesempatan itu Pangdam XIV/Hasanuddin, Mayjen TNI Bangun Nawoko menyampaikan pembangunan jembatan saat ini telah mencapai progres sekitar 60 persen. Ia berharap pengerjaan jembatan dapat segera rampung sehingga segera dimanfaatkan oleh masyarakat.
Sementara itu Presiden RI Prabowo Subianto juga sempat melakukan dialog secara virtual dengan Pangdam XIV/Hasanuddin, Gubernur Sulsel, serta masyarakat yang hadir di lokasi.
Dalam dialog tersebut Presiden Prabowo mengatakan pentingnya keberlanjutan pembangunan infrastruktur yang langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran TNI serta Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel yang turut mendukung program pembangunan tersebut.
Pewarta : Abdul Kadir
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026
