Logo Header Antaranews Makassar

Polda Sulbar survei jalan guna cegah kecelakaan lalu lintas

Rabu, 11 Maret 2026 13:15 WIB
Image Print
Personel Subdirektorat Keamanan dan Keselamatan Direktorat Lalu Lintas Polda Sulbar saat melakukan survei sarana dan prasarana jalan di jalan poros Majene-Mamuju. ANTARA/HO-Humas Polda Sulbar

Mamuju (ANTARA) - Subdirektorat Keamanan dan Keselamatan (Subdit Kamsel) Direktorat Lalu Lintas Polda Sulawesi Barat melakukan survei sarana dan prasarana jalan untuk merumuskan solusi komprehensif jalan rusak sebagai upaya mencegah terjadinya kecelakaan.

"Survei sarana dan prasarana jalan tersebut kami lakukan di dua kabupaten, yakni Kabupaten Majene dan Polewali Mandar," kata Kasubdit Kamsel Ditlantas Polda Sulbar Komisaris Polisi Febrian Eko Putra di Mamuju, Rabu.

Kegiatan yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan itu tidak hanya bertujuan mengidentifikasi titik rawan kecelakaan, namun juga merumuskan solusi konkrit agar kondisi jalan tidak menjadi ancaman bagi keselamatan pengguna jalan.

Pemeriksaan pada ruas jalan Poros Majene ke Mamuju dilakukan di dua lokasi, yaitu Lingkungan Rangas hingga Lingkungan Soreang Kecamatan Banggae Kabupaten Majene.

Dari hasil pemeriksaan ditemukan jalan dalam kondisi rusak berlubang, tidak dilengkapi guard rail maupun lampu penerangan, serta ada pohon besar yang mengganggu pengguna jalan.

Kemudian di Desa Bunde Utara, Kecamatan Pamboang Kabupaten Majene, ditemukan permukaan aspal jalan ambles dan tikungan lokasi tersebut belum memiliki rambu lalu lintas yang jelas.

Selanjutnya, pemeriksaan yang dilakukan di Kabupaten Polewali Mandar, fokus pada ruas jalan poros Polewali Mandar ke Kabupaten Mamasa, dan ditemukan bagian sisi jalan mengalami longsor, tidak ada rambu lalu lintas dan penerangan.

"Sebagai antisipasi, pekerjaan perbaikan sementara sudah dilakukan," ujar Febrian.

Di Kecamatan Andreapi, ditemukan badan jalan mengalami longsor akibat aliran air di bawah permukaan jalan dan tidak dilengkapi guard rail untuk menjaga keamanan pengguna.

Febrian menyampaikan bahwa kondisi jalan yang tidak layak menjadi salah satu faktor utama penyebab kecelakaan lalu lintas di daerah tersebut.

"Kita tidak hanya mencari masalah, tapi juga fokus pada bagaimana cara mengatasinya dengan cepat dan tepat," jelas Febrian Eko Putra.

Menurutnya, kolaborasi antarpihak menjadi kunci untuk menangani permasalahan kondisi jalan rusak itu secara komprehensif.

Setelah mengumpulkan data temuan, Ditlantas Polda Sulbar bersama pihak terkait melakukan koordinasi intensif untuk merumuskan solusi yang terstruktur.

Kesepakatan utama yang dihasilkan antara lain, menyusun rekomendasi teknis perbaikan sarana dan prasarana jalan berdasarkan tingkat urgensi lokasi.

Kemudian, melakukan identifikasi menyeluruh terhadap semua titik rawan kecelakaan, termasuk lokasi dengan rambu keselamatan yang tidak lengkap, rusak, atau tidak berfungsi dan menetapkan prioritas perbaikan dengan memprioritaskan lokasi yang memiliki lalu lintas tinggi dan risiko kecelakaan besar.

Selanjutnya, memasang tanda pengaman sementara seperti rambu peringatan longsor, lubang jalan dan tikungan berbahaya dalam waktu paling lambat tiga hari kerja ke depan.

"Selain itu, juga akan dilakukan pemantauan berkala oleh pihak-pihak terkait untuk memastikan langkah antisipasi berjalan efektif hingga perbaikan permanen dapat dilaksanakan," kata Febrian.



Pewarta :
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2026