Logo Header Antaranews Makassar

Wahai BBPJN Sulsel, perbaiki jalan berlubang jelang mudik Lebaran

Kamis, 12 Maret 2026 03:18 WIB
Image Print
Kondisi Jalan Hertasning Kota Makassar, Selasa (20/1/2026), tampak genangan air akibat jalan berlubang yang dinilai membahayakan pengendara. (ANTARA/Nur Apriyanti Dewi)

Makassar (ANTARA) - Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Sulawesi Selatan didesak memperbaiki jalan nasional yang berlubang pada sejumlah titik di wilayah Sulawesi Selatan sebagai upaya pencegahan terjadinya kecelakaan ataupun kendala saat momen mudik Lebaran/Idul Fitri 1447 Hijiriah.

"Banyaknya kerusakan jalan dan berlubang itu dikhawatirkan bisa meningkatkan risiko kecelakaan maupun menghambat aktivitas lalulintas masyarakat yang akan mudik lebaran tahun ini," kata Wakil Ketua Komisi D Bidang Pembangunan DPRD Sulsel Sufriadi Arif di Makassar, Rabu.

Berdasarkan dari hasil rapat kerja, kata dia, pihak BBPJN menyebut jalan nasional yang berlubang telah mencapai 1.600-an tersebar di 24 kabupaten kota di Sulsel, termasuk jalan Trans Sulawesi. Tentu persoalan ini perlu mendapat perhatian.

Desakan tersebut sebagai bentuk komitmen DPRD Sulsel guna memastikan keselamatan pengguna jalan. Sebab, peristiwa kecelakaan kendaraan mengalami ban bocor kena lubang di jalan Trans Sulawesi menghubungkan Kabupaten Pangkep-Barru dan Kota Parepare ,marak terjadi.

Selain itu, kata Wakil Ketua DPRD Sulsel ini menekankan, perbaikan jalan berlubang dapat menunjang percepatan mobilitas ekonomi dalam hal distribusi barang antarkota kabupaten dan provinsi (AKDP) di wilayah Sulawesi.

Kepala BBPJN Sulsel Indra Cahya Kusuma dalam pertemuan itu menyampaikan, dari seribu-an lebih jalan rusak dan berlubang, pihaknya sudah melakukan evaluasi dan perbaikan penambalan. Faktor utama jalan rusak diakibatkan curah hujan cukup tinggi serta umur jalan lebih dari Sembilan tahun.

"Terkait dengan penanganan jalan, kami memiliki alat untuk aset pemeliharaan jalan, termasuk ruas-ruas serta historis penanganan jalan tersebut lebih dari beberapa tahun," katanya.

Kendala tim di lapangan, kata dia, pihak jasa konstruksi swasta masih belum tertarik soal perawatan jalanan terutama di ruas jalan poros utama Kabupaten Maros-Pengkep dan Barru.

"Penanganan perbaikan lubang sudah dilaksanakan berkali-kali, tetapi pembayarannya hanya sekali. Jadi, kami melihat mereka lebih memilih ruas jalan lain seperti ruas jalan Jeneponto-Bulukumba, dibandingkan Maros sampai Barru yang tidak dilalui kendaraan muatan berat," tuturnya menjelaskan.

Kendati demikian, dari seribu-an titik jalan berlubang, pihak BBPJN Sulsel telah melaksanakan perbaikan. Sejauh ini masih tersisa puluhan titik jalan berlubang untuk dilakukan penambalan jalan ruas jalan poros Maros, Pangkep sampai Barru.

Merespons hal tersebut, Ketua Komisi D DPRD Sulsel Kadir Halid menekankan kepada BBPJN Sulsel maupun pihak Balai Pengelola Transportasi Darat Kelas II Sulsel, Dinas Bina Marga Bina Konstruksi dan Dinas Perhubungan yang hadir dalam pertemuan, prioritas utama saat ini adalah pelayanan arus mudik.

"Kesimpulannya, untuk jalan nasional yang ditangani BBPJN belum diperbaiki segera diselesaikan sebelum masa mudik lebaran tahun ini. Karena masih ada waktu perbaikan," ucapnya menegaskan.

Sedangkan untuk Balai Pengelola Transportasi Darat Kelas II Sulsel pengelolaan jembatan timbang mengukur tonase beban kendaraan besar dan berat membawa barang, dinilai tidak maksimal. Alasannya, faktor jalan rusak dan berlubang dilewati karena membawa beban tonase melebihi kapasitas atau over load.

"Kami berencana melakukan kunjungan kerja ke Kementerian Perhubungan guna mengkonsultasikan terkait persoalan ini. Alasannya, setelah diambil alih balai pengawasannya minim. Kita berupaya, selain pengelolaan jembatan timbang, terminal dan pelabuhan dapat ambil alih kembali provisi," ujarnya menegaskan.



Pewarta :
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2026