
Busana Indonesia Disukai Pasar Singapura

Makassar (ANTARA Sulsel) - Rancangan busana pengantin dengan sulam dan bordir Indonesia diminati warga Singapura dan Malaysia.
Rancangan busana para perancang Indonesia tercatat memiliki pasar yang bagus di Singapura dan Malaysia. "Pasar paling bagus rancangan busana kita di Singapura dan Malaysia," ujar Wakil Direktur CV Pirasto Grup, Urip S, di Makassar, Jumat.
Permintaan pasar warga kedua negara tersebut terhadap busana rancangan anak negeri, terutama busana pengantin dengan sulam dan bordir dibeli dengan harga rata-rata Rp20 juta.
Menurutnya, setiap penyelenggaraan pameran oleh perancang busana Indonesia juga selalu dikunjungi oleh banyak warga di negeri jiran tersebut.
Busana-busana dengan ciri lokal di berbagai daerah selain batik juga dinilai berpeluang memiliki pasar yang baik di luar negeri.
"Fashion adalah karya abadi, Sulawesi dan daerah lainnya juga memiliki peluang pasar yang baik," ujarnya.
Untuk itu, pihaknya juga mengundang para perancang busana lokal di wilayah Sulawesi untuk bekerjasama memasarkan karya-karya busana Indonesia.
Bagi pengusaha butik lokal yang beminat memasarkan karya dari perancang ternama Indonesia, pihaknya akan memberikan harga khusus.
"Ini merupakan terobosan baru, dan peluang bisnis yang bagus untuk Makassar karena sebagian besar butik-butik yang mengikuti pameran, baru ke sini," jelasnya.
Dengan demikian, dipastikan karya-karya tersebut belum pernah dijual di Makassar. Belum lagi karyanya kebanyakan diproduksi terbatas.
(T.PSO-100/F003)
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
