
Dinkes Sulbar : Hilangkan stigma epilepsi berkaitan dengan mistis

Mamuju (ANTARA) - Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Provinsi Sulawesi Barat mengajak warga setempat untuk menghilangkan stigma epilepsi sebagai penyakit menular atau berkaitan dengan hal mistis.
"Epilepsi adalah gangguan sistem saraf yang bisa dikendalikan dengan pengobatan yang tepat. Penderitanya tetap bisa hidup produktif jika mendapat dukungan," kata Kepala Dinkes P2KB Provinsi Sulbar dr Nursyamsi Rahim, di Mamuju, Jumat.
Nursyamsi menyebut masih banyak kesalahpahaman di tengah masyarakat terkait epilepsi yang justru menghambat akses pengobatan maupun kehidupan sosial penyandang epilepsi.
Epilepsi kata Nursyamsi, bisa dialami siapa saja, mulai dari anak-anak maupun warga lanjut usia.
"Dukungan keluarga, tenaga kesehatan, dan masyarakat sangat dibutuhkan, tidak hanya secara medis, tetapi juga secara emosional," katanya.
Secara umum, kata Nursyamsi, epilepsi ditandai dengan kejang yang bisa berupa tubuh kaku, gerakan tak terkendali, hingga penurunan kesadaran.
"Dalam beberapa kasus, penderita juga bisa mengalami tatapan kosong, kebingungan sesaat, atau gerakan berulang seperti mengunyah," katanya.
Terkait hal itu, Nursyamsi mengingatkan pentingnya penanganan awal yang tepat saat seseorang mengalami kejang.
Masyarakat diimbau tetap tenang, menjauhkan benda berbahaya, melindungi kepala dengan alas lunak, serta memiringkan tubuh penderita agar jalan napas tetap aman.
"Hal yang perlu diingat, jangan menahan gerakan kejang dan jangan memasukkan apa pun ke dalam mulut penderita. Dampingi sampai sadar dan pastikan kondisinya aman," jelas Nursyamsi.
Pada momentum Purple Day 2026 atau Hari Epilepsi Sedunia, Pemprov Sulbar menggaungkan semangat kepedulian terhadap penyandang epilepsi.
Peringatan tahun ini mengusung tema 'Mengubah Cerita Menjadi Tindakan' (Turning Stories into Action) yang menekankan pentingnya langkah nyata, bukan sekadar berbagi cerita.
Dinas Kesehatan P2KB Provinsi Sulbar juga mendorong penguatan edukasi, layanan kesehatan, serta dukungan komunitas dan konseling keluarga agar kualitas hidup penyandang epilepsi semakin baik.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Dinkes Sulbar ajak masyarakat hilangkan stigma epilepsi
Pewarta : Amirullah
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
