Logo Header Antaranews Makassar

Muhammadiyah mengingatkan jaga persatuan hadapi konflik global

Sabtu, 28 Maret 2026 14:53 WIB
Image Print
Suasana kegiatan Syawalan 1447 H Muhammadiyah Sulsel yang dihadiri Mendikdasmen Abdul Mu'ti di Makassar, Sabtu,(28/3/2026). ANTARA/Abd Kadir

Makassar (ANTARA) - Sekretaris Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Abdul Mu’ti, mengingatkan umat tentang pentingnya menjaga persatuan dan kerukunan sebagai modal bangsa menghadapi krisis global khususnya di Timur Tengah.

Abdul Mu'ti pada acara Syawalan Muhammadiyah Sulsel di Makassar, Sabtu, mengatakan apa yang terjadi antara Amerika, Israel, Iran, dan berbagai negara yang terlibat konflik jangan sampai dampaknya mempengaruhi persatuan dan keutuhan bangsa.

"Yang ada antara Amerika, Israel, Iran, dan berbagai negara yang terlibat konflik itu ngeyel di grup, dan kemudian serius itu marahnya," ujarnya di hadapan ribuan kader Muhammadiyah Sulsel.

Abdul Mu'ti yang juga sebagai Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) itu mengatakan yang bisa dilakukan yakni berusaha untuk menjadi pemain dalam menyelesaikan masalah dan bukan menjadi pemain yang justru memperkeruh masalah.

"Karena itu maka kita semuanya perlu kemudian memperkuat kerukunan dan persatuan. Karena itu modal sosial, politik, dan modal spiritual untuk kita bisa mengatasi berbagai macam persoalan yang kita hadapi," katanya.

"Agar bisa terjalin rasa persatuan dan rukun, dirinya mengajak Bapak-Ibu sekalian untuk merenungkan, dan mengamalkan apa yang diberikan oleh Allah sebagai tuntunan untuk kita dan diberikan tuntunan oleh Rasulullah untuk kita," lanjutnya.

Dirinya juga mengatakan agar bisa memperkokoh persatuan maka yang pertama kuncinya jangan merasa lebih hebat dari yang lain.

Mengutip Quran yang mengingatkan, "Wahai orang-orang yang beriman, janganlah sekelompok laki-laki di antara kamu merasa lebih hebat dari kelompok laki-laki yang lain. Karena bisa jadi kelompok yang direndahkan itu lebih baik daripada kelompok yang merendahkan".

Begitupun janganlah kelompok perempuan itu merasa lebih hebat dari kelompok perempuan yang lain. Karena bisa jadi kelompok yang direndahkan itu lebih baik daripada kelompok yang merendahkan.



Pewarta :
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026