Logo Header Antaranews Makassar

Sulbar dan Kaltim bahas sinergi ekonomi antarwilayah

Minggu, 29 Maret 2026 05:34 WIB
Image Print
Gubernur Sulbar Suhardi Duka (dua dari kanan) saat menerima kunjungan silaturahmi Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud (dua dari kiri), di Mamuju, Sabtu (28/3). ANTARA/HO-Diskominfo Sulbar

Mamuju (ANTARA) - Gubernur Sulawesi Barat (Sulbar) Suhardi Duka menerima kunjungan silaturahmi Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas'ud, guna membahas sinergi dalam membangun ekonomi antarwilayah.

"Pertemuan ini membahas sejumlah peluang kerja sama antarwilayah, terutama di sektor pangan dan distribusi," kata Suhardi Duka, di Mamuju, Sabtu.

Dalam pertemuan itu, Suhardi Duka menyebutkan bahwa Sulbar memiliki keunggulan di sektor pangan. Produksi beras yang surplus dinilai bisa menjadi penopang kebutuhan daerah lain, termasuk Kalimantan Timur.

“Salah satu yang menjadi produksi Sulbar itu adalah pangan. Kami surplus beras sekitar 75.000 ton. Ini banyak disuplai ke Kalimantan,” kata Suhardi Duka.

Selama ini, kata Suhardi Duka, distribusi beras dari Sulbar masih berjalan melalui jalur perdagangan antarpedagang.

Oleh karena itu Suhardi Duka mendorong kerja sama yang lebih terstruktur, baik antarpemerintah maupun melalui badan usaha milik daerah (BUMD), agar distribusi lebih efisien.

“Jika ini bisa dikelola dengan baik, antara G to G (Government to Government) kemudian mungkin bisa juga melalui BUMD masing-masing, kemungkinan besar ada manfaat dan lebih efisien dengan efektif hubungan antara Kaltim dan Sulbar," ujarnya.

Tak hanya beras, Sulbar juga mulai mendorong kerja sama sektor peternakan. Dalam satu hingga dua tahun ke depan, komoditas seperti kambing diproyeksikan ikut surplus.

“Begitu juga satu atau dua tahun ke depan mungkin Sulbar surplus di sektor peternakan, utamanya kambing," katanya.

Suhardi Duka menyampaikan kerja sama sama itu diarahkan untuk saling melengkapi kebutuhan kedua daerah.

"Kami sepakat untuk saling bersinergi. Apa yang bisa kita ambil dari Kalimantan Timur dan apa yang bisa kita bawa dari Kalimantan, tanpa memperhitungkan defisit plus yang penting saling bermanfaat," jelas Suhardi Duka.

Sementara, Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud menyampaikan, kebutuhan beras di Kaltim masih belum terpenuhi, sementara Sulbar justru memiliki kelebihan produksi.

"Sulbar surplus beras sekitar 75.000 ton setiap tahunan dan Kaltim hari ini kita masih minus," ujar Rudy Mas'ud

Ia menyebut kebutuhan beras di daerahnya masih defisit sekitar 55 persen sehingga kedekatan geografis dinilai menjadi peluang untuk mempercepat distribusi.

“Jarak dari Sulbar ke Kaltim hanya dipisahkan oleh selat saja," katanya.

Untuk mendukung hal itu, salah satu opsi yang dibahas adalah penyediaan kapal cepat agar waktu tempuh bisa dipangkas.

Kapal cepat tersebut diharapkan menjadi sarana transportasi laut yang efektif untuk mobilisasi orang, barang dan jasa antara dua wilayah.

"Kalau kita bisa mendapatkan kapal cepat yang kira-kira kecepatannya sekitar 25 sampai 30 knot sehingga untuk proses pelayaran Kaltim ke Sulbar hanya perlu waktu empat atau lima jam saja," jelasnya.

Pengadaan kapal cepat itu tambah Rudy Mas'ud juga membahas tentang subsidi bersama antara pemerintah Kaltim dan Sulbar.



Pewarta :
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026