Logo Header Antaranews Makassar

Budidaya maggot buka peluang ekonomi baru bagi warga Rusunawa Makassar

Minggu, 29 Maret 2026 07:28 WIB
Image Print
Suasana foto bersama di KSM TPS 3R Rusunawa di Kecamatan Mariso, Kota Makassar. ANTARA/

Makassar (ANTARA) - Budidaya maggot membuka peluang ekonomi baru bagi warga marginal di kawasan rumah susun sewa (Rusunawa) Mariso, Kelurahan Panambungan, Kecamatan Mariso, Kota Makassar.

"Permasalahan sampah yang selama ini menjadi tantangan, kini menjadi peluang. Salah satu percontohan itu adalah Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) TPS 3R Rusunawa Mariso," kata Pendamping sekaligus Ketua KSM TPS 3R Rusunawa Mariso, Muhammad Saleh, di Makassar, Sabtu.

Untuk mengatasi persoalan sampah itu, kata dia, salah satu solusinya pengolahan sampah organik dengan maggot atau larva lalat Black Soldier Fly (BSF) yang memiliki nilai jual tinggi.

Maggot mampu mengonsumsi sampah organik 2-5 kali berat badannya per hari, menghasilkan kasgot (pupuk organik) serta maggot yang bernilai ekonomis tinggi sebagai pakan ternak.

Oleh karena itu, budidaya maggot dinilai mampu menghadirkan solusi ganda, yakni mengurangi volume sampah sekaligus menghasilkan produk bernilai ekonomis.

Sampah organik seperti sisa makanan, sayuran, dan buah-buahan dimanfaatkan sebagai pakan utama dalam proses produksi maggot, sehingga limbah rumah tangga dapat diolah secara produktif.

Selain ramah lingkungan, lanjut Saleh, maggot juga dikenal memiliki kandungan protein tinggi yang sangat dibutuhkan sebagai pakan ternak, seperti ikan, ayam, hingga burung. Permintaan pasar terhadap maggot pun terus meningkat, seiring berkembangnya sektor perikanan dan peternakan.

Tidak hanya menghasilkan maggot, sisa pengolahannya berupa kasgot (bekas pakan) juga memiliki nilai guna sebagai pupuk organik. Hal ini menjadikan proses budidaya maggot sebagai sistem yang minim limbah, karena seluruh hasilnya dapat dimanfaatkan kembali.

Dari sisi ekonomi, usaha ini tergolong memiliki modal yang relatif kecil, namun berpotensi memberikan keuntungan berkelanjutan dengan rata produksi 100 kilogram maggot per panen dalam sepekan.

Anggota DPRD Sulsel Yeni Rahman mengapresiasi budidaya maggot yang dikembangkan di kawasan Rusunawa Mariso yang merupakan yang pertama di Makassar dan berpotensi menjadi percontohan di wilayah lain.

Menurut dia, selain bernilai ekonomis, program ini juga membantu mengatasi persoalan sampah di Makassar yang produksinya mencapai sekitar 800 hingga 1.000 ton per tahun.

Ia juga menekankan pentingnya pelibatan masyarakat sekitar, khususnya ibu rumah tangga, dalam proses pemilahan sampah. Langkah ini tidak hanya mendukung produksi maggot, tetapi juga membuka peluang tambahan penghasilan dari penjualan maggot maupun kasgot sebagai pupuk tanaman.



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Budidaya maggot buka peluang ekonomi warga Rusunawa Makassar



Pewarta :
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026