
Pembangunan PSN PSEL di TPA Antang efisien dan tekan beban daerah

Makassar (ANTARA) - Wali Kota Makassar, Sulawesi Selatan Munafri Arifuddin mengatakan pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN) Pengolah Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) atau PLTSa di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Antang jauh lebih efisien dan menekan beban daerah.
"PSEL ini salah satu PSN dan ada beberapa alternatif, tapi pembangunan di TPA Antang jauh lebih efisien dan tentunya tidak terlalu membebani daerah," ujarnya di Makassar, Kamis.
Munafri Arifuddin mengatakan PSEL itu sebagai terobosan strategis yang tidak hanya menjawab persoalan lingkungan, tetapi juga membuka potensi energi baru bagi kota.
Ia mengaku jika rencana pembangunan itu memang menuai pro dan kontra, khususnya bagi warga setempat, tetapi mayoritas masyarakat menginginkan proyek itu dibangun di lokasi tersebut.
Hal tersebut sesuai dengan hasil survei yang dilakukan oleh Parameter Publik Indonesia (PPI) yang telah merilis hasil survei warga yang 84 persen mendukung proyek dilaksanakan di TPA Antang Makassar.
Direktur Eksekutif PPI Ras Md, menyebut keputusan tersebut bukan tanpa dasar karena hasil survei yang dilakukan lembaganya, mayoritas warga Makassar menunjukkan dukungan kuat terhadap kelanjutan proyek PSEL sebagai solusi penanganan sampah perkotaan.
"Sebanyak 84 persen masyarakat menyatakan setuju agar proyek PSEL dilanjutkan atau dituntaskan. Sementara hanya 3,8 persen yang tidak setuju, dan sisanya tidak memberikan jawaban," katanya.
Dengan dukungan publik yang terus mengalir, rencana ini diharapkan tidak hanya memperkuat sistem pengelolaan sampah, tetapi juga menjadi tonggak transformasi Makassar menuju kota yang lebih bersih, efisien, dan berkelanjutan.
Menurutnya, tingginya angka persetujuan tersebut menjadi legitimasi kuat bagi Pemerintah Kota Makassar, khususnya Wali Kota Munafri Arifuddin, untuk terus mengawal dan memastikan program strategis ini berjalan optimal.
Lebih lanjut, survei yang sama juga mengukur preferensi masyarakat terkait lokasi pembangunan PSEL. Dimana, hasilnya menunjukkan bahwa 43,3 persen responden memilih TPA Tamangapa Antang sebagai lokasi paling tepat.
"Sementara itu, 27,3 persen responden menginginkan proyek tetap berada di lokasi sebelumnya di Tamalanrea, 6,0 persen memilih lokasi alternatif lainnya, dan 23,3 persen responden tidak mengetahui atau tidak memberikan jawaban," jelasnya.
Survei ini menggunakan metode multi stage random sampling dengan melibatkan 600 responden yang tersebar di seluruh wilayah Kota Makassar.
Margin of error tercatat sebesar plus minus 4,08 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen. Pengumpulan data dilakukan pada Februari 2026.
Pewarta : Muh. Hasanuddin
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026
