
102.480 ton pupuk subsidi untuk perikanan di Sulsel pada 2026

Makassar, Sulsel (ANTARA) - PT Pupuk Indonesia (Persero) menyiapkan pupuk subsidi untuk sektor perikanan di Sulawesi Selatan sebanyak 102.480 ton pada 2026.
Senior Manager Pupuk Indonesia Wilayah Sulawesi Maluku dan Papua (Sulamapua) Sukodim di Makassar, Sulsel, Kamis, menyampaikan alokasi pupuk subsidi pada 2026 sebesar 971.065 ton terbagi menjadi dua sektor yakni pertanian 868.585 ton dan perikanan 102.480 ton.
"Mulai tahun ini, kami diamanahkan untuk menyalurkan pupuk subsidi pada sektor perikanan sebagai upaya mendukung ketahanan pangan secara nasional hingga daerah," ujarnya.
Sukodim menyebut adanya penambahan alokasi pupuk subsidi yang diperuntukkan bagi sektor perikanan diikuti dengan penambahan jenis pupuk yakni SP36 yang baru ada di 2026 sebesar 23.887 ton untuk Provinsi Sulawesi Selatan.
Pupuk Indonesia mencatat alokasi pupuk subsidi di Sulsel naik sebanyak 124.344 ton atau 14,6 persen yang secara spesifik terjadi kenaikan pada masing-masing jenis pupuk urea, NPK phonska, dan prganik.
Namun demikian, pupuk jenis NPK kakao terdapat penurunan alokasi dari 23.825 ton di 2025 menjadi 20.636 ton.
"Penyebab utama adanya tambahan alokasi yang signifikan karena adanya alokasi pupuk subsidi untuk sektor perikanan di 2026 yang sebelumnya tidak ada," tambah Sukodim.
Terkait penebusan pupuk untuk perikanan ini, katanya, tetap menggunakan penebusan petani ke kios atau penerima pupuk pada titik serah (PPTS) yang masih tetap sama melalui aplikasi i-Pubers.
Namun, dari sisi penebusan kios/PPTS ke pelaku usaha distribusi, saat ini sudah bisa dilakukan order pupuk di i-Pubers.
Adapun alokasi masing-masing jenis pupuk subsidi yakni urea 439.495 ton, NPK phonska 388.755 ton, NPK kakao 20.636 ton, organik 98.159 ton, dan SP36 23.887 ton, sehingga total alokasi sebanyak 971.065 ton.
Pewarta : Nur Suhra Wardyah
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026
