
Dinkes Sulbar memperkuat strategi deteksi dini eliminasi kasus TBC

Mamuju (ANTARA) - Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) memperkuat strategi deteksi dini sebagai upaya mengeliminasi kasus tuberkulosis (TBC) di daerah itu.
"Strategi deteksi dini melalui skrining aktif, investigasi kontak, serta optimalisasi peran puskesmas dan jejaring layanan kesehatan menjadi kunci untuk memutus rantai penularan TBC di Sulbar," kata Kepala Dinas Kesehatan P2KB Sulbar Nursyamsi Rahim di Mamuju, Senin.
Berdasarkan data Kementerian Kesehatan per 1 Maret 2026, capaian Standar Pelayanan Minimal (SPM) layanan kesehatan bagi orang terduga TBC secara nasional pada triwulan I ditargetkan sebesar 30 persen.
Namun, sejumlah provinsi, termasuk Sulbar, masih berada pada kategori capaian menengah, sehingga membutuhkan percepatan pada aspek penemuan kasus dan skrining aktif di masyarakat.
Sementara itu, capaian pengobatan TBC di Sulbar menunjukkan hasil yang menggembirakan.
Tingkat keberhasilan pengobatan untuk pasien TBC resisten obat (TB RO) mencapai 100 persen, sementara tingkat enrollment pasien TBC sensitif obat (TB SO) mencapai 86 persen, menandakan mayoritas pasien telah mendapatkan akses pengobatan yang memadai.
Namun demikian, pada indikator hulu, yakni deteksi dan pencegahan, masih ditemukan kesenjangan yang cukup signifikan.
Capaian terapi pencegahan (TPT) TBC, baru mencapai dua persen, jauh di bawah target nasional sebesar 60 persen.
Selain itu, penemuan kasus TBC masih berada di bawah target yang ditetapkan, yang berpotensi menyebabkan rantai penularan terus berlanjut di masyarakat.
Nursyamsi menyatakan bahwa capaian ini menjadi bahan evaluasi sekaligus pijakan untuk memperkuat strategi ke depan.
“Keberhasilan pengobatan yang sudah sangat baik harus diimbangi dengan penguatan deteksi dini dan upaya pencegahan. Fokus kita ke depan adalah memperluas skrining, meningkatkan investigasi kontak, serta memperkuat peran masyarakat dalam pengendalian TBC,” ujarnya.
Nursyamsi menegaskan bahwa capaian indikator hulu, khususnya penemuan kasus TBC, menjadi perhatian utama dalam percepatan program ke depan.
Pendekatan berbasis komunitas, tambahnya, juga perlu diperkuat dengan melibatkan kader kesehatan, pemerintah desa, serta lintas sektor untuk meningkatkan cakupan layanan dan kesadaran masyarakat.
Selain itu, penguatan sistem pencatatan dan pelaporan berbasis digital menjadi bagian penting dalam memastikan data yang akurat dan respons cepat terhadap kasus di lapangan.
Langkah penguatan itu, kata Nursyamsi, sejalan dengan Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) pemerintah yang menitikberatkan pada pengentasan TBC, selain penguatan layanan rumah sakit dan pelaksanaan pemeriksaan kesehatan gratis (CKG).
Pendekatan berbasis komunitas, kata dia, juga menjadi salah satu kunci dalam percepatan eliminasi TBC.
Peran kader kesehatan, pemerintah desa, serta lintas sektor sangat dibutuhkan dalam menjangkau kelompok rentan dan meningkatkan kesadaran masyarakat.
"Penanggulangan TBC bukan hanya tanggung jawab sektor kesehatan, tetapi membutuhkan kolaborasi semua pihak. Dengan sinergi yang kuat, kita optimistis target eliminasi TBC dapat tercapai," katanya.
Dinas Kesehatan P2KB Sulbar juga mendorong kabupaten untuk melakukan inovasi program, termasuk integrasi layanan TBC dengan program kesehatan lainnya, seperti posyandu, layanan kesehatan sekolah, serta kegiatan pemeriksaan kesehatan gratis.
"Melalui langkah-langkah tersebut, diharapkan capaian SPM TBC di Sulbar dapat meningkat secara signifikan, sekaligus mendukung target nasional eliminasi TBC serta peningkatan derajat kesehatan masyarakat secara berkelanjutan," ujar Nursyamsi.
Melalui penguatan program yang terintegrasi, termasuk pemanfaatan layanan CKG dan peningkatan kapasitas fasilitas kesehatan, Pemprov Sulbar terus berkomitmen menghadirkan layanan kesehatan yang merata dan berkualitas, sekaligus menekan angka penularan penyakit menular, khususnya tuberkulosis di masyarakat.
Berita selengkapnya : Dinkes Sulbar perkuat strategi deteksi dini eliminasi kasus TBC
Pewarta : Amirullah
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026
