
Sejumlah kampus di Indonesia kerja sama dengan PT China perkuat pendidikan global

Makassar (ANTARA) - Sejumlah kampus di Indonesia menjalin kerja sama dengan Dalian Ocean University, China yang fokus dalam pendekatan kolaboratif berbasis transformasi digital dan penguatan pendidikan global atau internasionalisasi.
Kampus yang ikut dalam kolaborasi ini yakni Universitas Hasanuddin, Universitas Riau, Universitas Lambung Mangkurat serta Indonesia Digital Leadership Association.
Wakil Rektor Bidang Kemitraan, Inovasi, Kewirausahaan, dan Bisnis Unhas Prof Dr Eng Adi Maulana dalam keterangannya di Makassar, Rabu, mengatakan salah satu indikator keberhasilan kolaborasi ini adalah meningkatnya mobilitas akademik, baik mahasiswa maupun dosen internasional.
Menurut dia, program pertukaran mahasiswa ke Tiongkok menjadi salah satu instrumen strategis untuk meningkatkan pengalaman internasional (international exposure), sekaligus memperkuat posisi Unhas dalam ekosistem pendidikan global.
“Peningkatan mobilitas mahasiswa dan dosen akan berkontribusi pada penguatan kapasitas akademik serta memperluas jejaring internasional. Ini menjadi bagian dari upaya sistematis untuk meningkatkan reputasi global perguruan tinggi,” jelasnya.
Ia menjelaskan, Unhas menargetkan peningkatan jumlah mahasiswa internasional hingga mencapai sekitar 800 orang dalam beberapa tahun ke depan. Target ini didukung oleh percepatan transformasi digital yang telah berlangsung dalam tiga tahun terakhir.
Berbagai sistem layanan akademik dan administrasi kini telah terintegrasi secara digital, sehingga Integrasi sistem informasi ini dinilai mampu meningkatkan efisiensi, transparansi, serta kualitas layanan institusi.
Dalam perspektif yang lebih luas, kolaborasi lintas institusi ini mencerminkan pergeseran paradigma kerja sama perguruan tinggi, dari sekadar pertukaran simbolik menuju kemitraan berbasis output dan dampak.
Rektor Unhas Prof Dr Jamaluddin Jompa, menuturkan pentingnya implementasi nyata dari kerja sama yang terbangun
Menurutnya, efektivitas kemitraan tidak diukur dari jumlah dokumen yang ditandatangani, melainkan dari sejauh mana program yang dihasilkan mampu memberikan dampak konkret.
“Kerja sama ini diharapkan dapat diturunkan ke dalam program-program strategis yang terukur dan berkelanjutan, sehingga memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan tri darma perguruan tinggi,” ujarnya.
Pewarta : Abdul Kadir
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026
