Logo Header Antaranews Makassar

Digitalisasi layanan, Imigrasi Parepare sosialisasikan Aplikasi "All Indonesia"

Kamis, 16 April 2026 10:53 WIB
Image Print
Kepala Seksi Teknologi Informasi dan Komunikasi Keimigrasian Imigrasi Parepare Hijrana Rahim memberikan sambutan saat sosialisasi penggunaan Aplikasi All Indonesia di Parepare, Selasa (14/4/2026). ANTARA/HO-Imigrasi Parepare

Makassar (ANTARA) - Kantor Imigrasi Kelas II TPI Parepare terus mendorong digitalisasi layanan keimigrasian melalui sosialisasi penggunaan Aplikasi All Indonesia kepada instansi terkait, travel umroh, dan media di wilayah Ajatappareng merupakan sebuah kawasan yang terdiri di bagian barat Sulawesi Selatan meliputi Kabupaten Sidrap (Sidenreng Rappang), Barru dan Pinrang serta Kota Parepare.

Kegiatan ini diselenggarakan Seksi Teknologi Informasi dan Komunikasi Keimigrasian (TIKIM) bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada para pemangku kepentingan mengenai implementasi Aplikasi All Indonesia sebagai pengganti kartu kedatangan manual dalam proses pemeriksaan keimigrasian berlangsung di Parepare, Sulsel, Selasa (14/4).

Kepala Seksi Teknologi Informasi dan Komunikasi Keimigrasian Imigrasi Parepare, Hijrana Rahim, selaku Ketua Panitia dalam sambutannya menyampaikan bahwa transformasi digital merupakan langkah strategis dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

“Melalui aplikasi ini, proses kedatangan penumpang di Indonesia menjadi lebih cepat, efisien, dan terintegrasi,” ujarnya.

Hijrana menambahkan ke depan, Kantor Imigrasi Parepare akan terus melaksanakan sosialisasi secara berkala serta melakukan pemantauan terhadap implementasi Aplikasi All Indonesia guna memastikan optimalisasi layanan keimigrasian di lapangan.

Acara kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh Kepala Sub Seksi Teknologi Informasi, Nurlinda Alla, yang menjelaskan secara rinci terkait tata cara penggunaan aplikasi, mulai dari pengisian data, alur penggunaan saat kedatangan, hingga manfaat aplikasi dalam mendukung pelayanan keimigrasian berbasis digital.

Sesi diskusi berlangsung interaktif, di mana peserta yang terdiri dari perwakilan Kementerian Haji dan Umroh se-Ajatappareng, travel umroh, serta sejumlah media lokal, aktif mengajukan pertanyaan terkait teknis penggunaan aplikasi serta kesiapan implementasinya di lapangan.

Moderator kegiatan, Eva Nurdin, memandu jalannya diskusi sehingga berlangsung tertib dan komunikatif. Antusiasme peserta menunjukkan tingginya perhatian terhadap inovasi layanan keimigrasian berbasis digital tersebut.

Secara keseluruhan, kegiatan sosialisasi berlangsung lancar dan mendapat respon positif dari seluruh peserta. Keterlibatan travel umroh dan media dinilai sebagai langkah strategis dalam memperluas penyebarluasan informasi kepada masyarakat.(*/Inf)



Pewarta :
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026