
Kloter pertama JCH Embarkasi Makassar diberangkatkan pada 22 April 2026

Makassar (ANTARA) - Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji (Kemenhaj) Provinsi Sulawesi Selatan Ikbal Ismail menyatakan kelompok terbang (kloter) pertama bagi Jemaah Calon Haji (JCH) Embarkasi Makassar diberangkatkan pada Rabu, 22 April 2026.
"Tanggal 20-21 April penerimaan kloter pertama. Berangkat tanggal 22 April (kloter pertama) jamaahnya dari Kabupaten Soppeng," ujar Ikbal saat dikonfirmasi wartawan di Makassar, Kamis.
Untuk persiapan penerimaan JCH di Asrama Haji Sudiang Makassar, kata dia, sesuai dengan jadwal dimulai pada 17 April yakni pelantikan panitia, dilanjutkan 20 April apel siaga, disusul 21 April penerimaan kloter pertama, dan proses pemberangkatan kloter pertama 22 April 2026.
"Insya Allah sudah siap semua (penerimaan JCH). Makanya, setelah pelantikan, kami rapat bersama stakeholder lainnya untuk rapat pemantapan penerimaan jamaah nanti," tutur mantan Kabid Haji dan Umrah Kanwil Kemenag Sulsel ini.
Ikbal mengatakan, prosedur pelayanan musim haji tahun ini dirancang untuk makin memudahkan JCH dalam melaksanakan ibadah haji di Tanah Suci.
"Tahun ini, pembagian kartu bagi JCH dilakukan saat masuk di asrama haji. Selain itu pengurusan imigrasi Saudi juga dipindah di Bandara Sultan Hasanuddin, yang sebelumnya di Bandara Madinah dan Jeddah," ujarnya menjelaskan.
Untuk jumlah keberangkatan kloter pertama calon haji asal Kabupaten Soppeng, sebut dia, sebanyak 339 orang. Sedangkan total calon haji Embarkasi Makassar yang diberangkatkan sebanyak 16 ribuan orang dengan yang terdiri atas 43 kloter.
"Dari 43 kloter itu, terakhir berangkat pada 20 Mei 2026, kloter 43. Kloter pertama dijadwalkan pulang ke tanah air pada 1 Juni 2026," paparnya.
Ikbal juga menghimbau kepada jamaah agar senantiasa menjaga stamina dan fisik selama menjalankan ibadah haji.
"Pertama jaga kesehatan, kedua perbaiki niat berangkat untuk memenuhi panggilan Allah, yang ketiga bawa bekal perjalanan, terutama vitamin-vitamin untuk menguatkan diri dalam perjalanan," katanya.
Pewarta : M Darwin Fatir
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026
