Logo Header Antaranews Makassar

Status KLB, Dinkes Wajo gelar ORI Campak antisipasi penyebaran penyakit

Sabtu, 18 April 2026 22:24 WIB
Image Print
Kepala Dinas Kesehatan Wajo drg Armin. ANTARA/ HO- Dinkes Wajo

Makassar (ANTARA) - Dinas Kesehatan Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan menggelar outbreak response immunization (ORI) campak sebagai langkah antisipasi penyebaran penyakit menyusul status kejadian luar biasa (KLB) yang masih bersifat suspek di wilayah tersebut.

"Pelaksanaan ORI ini dilakukan sebagai upaya cepat pemerintah daerah untuk menekan potensi peningkatan kasus campak, terutama pada kelompok anak-anak yang rentan tertular," kata Kepala Dinas Kesehatan Wajo Armin saat dikonfirmasi dari Makassar, Sabtu.

Dia mengatakan, hingga saat ini status KLB campak di Wajo masih dalam kategori suspek, karena data kasus masih terus diverifikasi, termasuk distribusi kasus per kecamatan.

Meski demikian, lanjut dia, langkah mitigasi tetap dilakukan dengan mempercepat pelaksanaan imunisasi tambahan melalui ORI guna mencegah penyebaran lebih luas.

Sementara Dinkes Provinsi Sulawesi Selatan melansir Wajo termasuk salah satu daerah yang masuk dalam wilayah terdampak KLB campak bersama beberapa daerah lain seperti Makassar, Sinjai dan Luwu.

Data Dinas Kesehatan Sulsel mencatat, kasus suspek campak di wilayah tersebut mencapai sekitar 1.304 kasus, dengan 169 kasus telah terkonfirmasi positif berdasarkan pemeriksaan laboratorium.

Pemerintah daerah menilai percepatan imunisasi menjadi kunci utama dalam pengendalian wabah, terutama bagi anak usia 9 hingga 59 bulan yang menjadi sasaran utama program ORI.

Selain ORI, upaya lain yang dilakukan yakni meningkatkan edukasi kepada masyarakat agar segera melengkapi imunisasi anak serta menghindari kontak dengan penderita campak.

Dinas Kesehatan juga memastikan ketersediaan vaksin di fasilitas layanan kesehatan seperti puskesmas, sehingga masyarakat dapat mengakses imunisasi secara gratis.

Secara nasional, pemerintah melalui Kementerian Kesehatan terus memperkuat pelaksanaan ORI di berbagai daerah sebagai respons terhadap meningkatnya kasus campak dan munculnya sejumlah KLB di beberapa wilayah.



Pewarta :
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026