Logo Header Antaranews Makassar

Dinkes Makassar kolaborasi UNICEF tingkatkan kemampuan nakes tangani KLB campak

Selasa, 21 April 2026 19:03 WIB
Image Print
Pihak UNICEF, Dinkes Makassar, dan puluhan nakes dari 47 puskesmas di Kota Makassar mengikuti workshop "Peningkatan Kapasitas Tanggap Respon Petugas dalam Penanggulangan PD3I dan Penurunan Angka Zero Dose Imunisasi" di Makassar, 20-21 April 2026. ANTARA/Nur Suhra Wardyah

Makassar (ANTARA) - Dinas Kesehatan Kota Makassar berkolaborasi dengan UNICEF meningkatkan kapasitas dan kemampuan para tenaga kesehatan (nakes) dalam upaya penanganan kejadian luar biasa (KLB) campak di Kota Makassar.

Sekitar 94 nakes dari 47 puskesmas di Makassar, yang merupakan tenaga survailans dan kordinator imunisasi (korim) menjadi peserta dalam kegiatan workshop yang digelar 20-21 April 2026 di Makassar.

"Ini merupakan upaya strategis untuk memperkuat garda terdepan layanan kesehatan kita. Tujuan utama kita berkumpul di sini adalah peningkatan kompetensi para nakes dalam menghadapi KLB," kata Sekretaris Dinas Kesehatan Makassar dr Ahmad Asy'ari di Makassar, Selasa.

Dijelaskan bahwa program imunisasi merupakan salah satu intervensi kesehatan masyarakat yang paling efektif dan telah terbukti berhasil menekan angka kesakitan dan kematian akibat Penyakit yang Dapat Dicegah dengan Imunisasi (PD3I).

Maka dari itu, kegiatan ini digelar untuk memastikan seluruh petugas memiliki pemahaman mendalam tentang manajemen vaksin dan teknik imunisasi yang berkualitas dengan Tanggap Respon Cepat (TRC).

TRC yang dimaksudkan untuk meningkatkan kemampuan petugas dalam melakukan Penyelidikan Epidemiologi (PE) dan respons cepat terhadap temuan kasus PD3I.

"Respons cepat PD3I ini agar tidak terjadi KLB, penurunan Zero Dose dalam artian mengidentifikasi dan menjangkau anak-anak zero dose di wilayah kerja masing-masing melalui strategi 'kejar' (imunisasi lanjutan) dan pelacakan aktif oleh para nakes kita," urai Dokter Ari, sapaan akrabnya.

Hal tersebut sesuai dengan tema kegiatan bertajuk "Peningkatan Kapasitas Tanggap Respon Petugas dalam Penanggulangan PD3I dan Penurunan Angka Zero Dose Imunisasi".

Saat ini Makassar menjadi satu dari tujuh daerah yang telah dinyatakan KLB oleh Kementerian Kesehatan di Sulawesi Selatan dengan jumlah kasus mencapai puluhan anak positif campak.

Sehingga kegiatan ini juga menjadi salah satu fokus utama pihak UNICEF dalam memastikan kesehatan anak-anak terjamin dan terhindar dari KLB.

Health Specialist UNICEF Wilayah Sulawesi Maluku Badwi M Amin menyebut semakin hari kasus KLB kian bertambah. Hal ini mendasari UNICEF atau Dana Anak-Anak Perserikatan Bangsa-Bangsa ikut membantu provinsi Sulawesi Selatan dan daerah-daerah terdampak agar memiliki kapasitas untuk kesiapsiagaan menghadapi bencana kesehatan.

Apalagi diketahui bahwa masih banyak anak-anak yang tidak menerima imunisasi DPT1 atau dosis pertama vaksin kombinasi yang diberikan pada bayi berusia dua bulan untuk mencegah penyakit serius.

"Dengan begitu meningkatkan suspek, kejadian campak dan rubella di Sulsel, bahkan beberapa juga diindentifikasi ada difteri dan portusis. Inilah yang mendasari kenapa UNICEF berpikir membantu provinsi. Kita harus siaga, jangan nanti sudah jadi bencana lalu kita panik," urai Badwi.

Pihak UNICEF dan Dinkes Makassar pada workshop "Peningkatan Kapasitas Tanggap Respon Petugas dalam Penanggulangan PD3I dan Penurunan Angka Zero Dose Imunisasi" di Makassar, 20-21 April 2026. ANTARA/Nur Suhra Wardyah



Pewarta :
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026