
Puluhan nakes di Maros dilatih respons cepat KLB campak

Makassar (ANTARA) - Puluhan tenaga surveilans dan koordinator imunisasi dari 14 puskesmas dari Kabupaten Maros mengikuti workshop respons cepat terkait Kejadian Luar Biasa (KLB) Penyakit yang Dapat Dicegah dengan Imunisasi (PD3I), khususnya campak.
Kegiatan hasil kerja sama Dinas Kesehatan Maros dan UNICEF tersebut digelar sebagai upaya peningkatan kapasitas tenaga kesehatan dalam merespons KLB campak di daerah itu.
Kepala Bidang Pencegahan dan Penanganan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Maros Hasan Rahim di Makassar, Rabu, menyebut workshop ini digelar untuk meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan.
"Pada kegiatan ini dibahas analisis terkait peningkatan kasus suspek dan positif campak. Seperti kenapa terpapar padahal sudah divaksin dan ada juga yang harusnya sudah dapat vaksin tapi belum diberikan vaksinnya, sehingga dia ikut terpapar," urai Hasan.
Selain peningkatan kapasitas SDM, kegiatan ini juga menyoroti pengelolaan vaksin, mulai dari alur distribusi tingkat provinsi ke kabupaten hingga ke setiap puskesmas sesuai standar.
Dia mengatakan, agar vaksin efektif menciptakan kekebalan tubuh dari PD3I atau campak, harus memastikan rantai dingin terjaga agar vaksinasi yang diberikan tetap efektif.
"Nakes juga harus terus mengedukasi dan mengajak masyarakat untuk melengkapi imunisasi anak mereka," ujarnya.
"Dinkes Maros mencatat 31 anak terkonfirmasi positif campak. Saat ini, kita masih melakukan penelusuran ke masyarakat karena masih didapati suspek dan ini harus segera ditangani," kata Hasan.
Dia juga turut mengapresiasi peran UNICEF yang dinilai sangat membantu dalam mendukung peningkatan kapasitas tenaga kesehatan puskesmas, guna memperkuat sistem layanan kesehatan di daerah tersebut.
Health Specialist UNICEF Wilayah Sulawesi Maluku Badwi M Amin menyebut langkah ini menjadi upaya kesiapsiagaan dalam memperkuat ketahanan kesehatan masyarakat.
"Karena itu kegiatan ini dilaksanakan dengan sasaran tenaga kesehatan," kata Badwi.
Pewarta : Nur Suhra Wardyah
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
