Logo Header Antaranews Makassar

Pengamat Sepak Bola sayangkan mangkraknya Stadion Barombong

Rabu, 22 April 2026 18:17 WIB
Image Print
Suasana Stadion Barombong Makassar saat ini. (ANTARA/HO-Akbar)

Makassar (ANTARA) - Pengamat Sepak Bola Kesit Budi Handoyo menyayangkan mangkraknya pembangunan Stadion Barombong, Makassar, melihat pentingnya sebuah stadion kepada klub sepak bola di daerah itu.

Pembangunan yang mangrak Stadion Barombong akibat ketidakjelasan lahan membuat beberapa event nasional dan internasional tidak dapat diselenggarakan.

Bahkan pasukan Ayam Jantan dari Timur julukan PSM Makassar harus melaksanakan laga kandangnya di Pare-pare yang berjarak 200 km dari Kota Makassar dengan tempuh perjalanan 3 jam karena tidak adanya stadion di Kota Daeng.

“Stadion Barombong kalau kita lihat sekilas, stadion ini cukup megah sebenarnya. Tapi apakah kemudian kemegahan yang saat ini terlihat di Stadion Barombong itu sudah sesuai dengan standar internasional? Belum tentu begitu ya. Apalagi stadion itu dalam kondisi mangkrak.” jelas Kesit dalam rilisnya di Makassar, Rabu.

Sejatinya dalam sebuah proyek pembangunan baik di pemerintah maupun swasta status lahan merupakan hal utama yang harus clean and clear terlebih dahulu sebelum pembangunan dilakukan agar tidak terjadi masalah di kemudian hari.

Namun hingga dateline penyelesaian pekerjaannya 31 Desember 2017, kejelasan status lahan Stadion Barombong tak kunjung selesai.

PT. Gowa Makassar Tourism Development (GMTD) Tbk sebagai pemilik sebagian lahan dalam proyek itu belum memberikan sertifikat lahan kepada Pemprov Sulsel lantaran menolak skema hibah murni.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan melalui Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Pemprov Suherman mengakui bahwa ada permasalahan lahan di Stadion Barombong dan menjadi kewenangan Biro Hukum dan Aset.

“Itu Kewenangannya di Biro Hukum atau Biro Aset. Yang jelas pada prinsip nya, Pemprov Sulsel itu menginginkan ada stadion internasional di Sulawesi Selatan,” tegas Suherman.

Di sisi lain Ketua Pusat Kajian Anti Korupsi Universitas Patria Artha Makassar (PUKAT UPA) Bastian Lubis melihat potensi kerugian negara yang sangat-sangat besar karena tidak dapat dimanfaatkan dan konstruksi bangunan itu pernah terjadi roboh.

Bastian menambahkan perlu ada nya kejelasan dari pihak-pihak terkait untuk melakukan clean dan clear. “Menurut saya dewan perwakilan rakyat harus mempertanyakan,” pinta Bastian.

Gayung bersambut, Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan Yeni Rahman berencana memanggil Badan Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah untuk menggali informasi terkait duduk perkara penyebab mangkrak nya pembangunan Stadion Barombong.

“Kami nanti ke depan ini akan panggil Badan Aset. Kita mau tahu betul-betul kronologis nya seperti apa. Karena ternyata permasalahan ini sudah lama,” jelas Yeni beberapa waktu lalu.



Pewarta :
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2026