
Wawali Makassar tekankan sertifikasi halal jadi kunci daya saing UMKM di pasaran

Makassar (ANTARA) - Wakil Wali Kota Makassar Aliyah Mustika Ilham menekankan pentingnya sertifikasi halal bagi para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) karena menjadi kunci untuk bersaing di pasaran.
Aliyah Mustika Ilham bersama Balai Penyelenggara Jaminan Produk Halal (PJPH) Sulawesi Selatan di Makassar, Kamis, mengatakan penguatan sinergi program antara Pemkot Makassar dan PJPH Sulsel sebagai bagian dari pembinaan terhadap UMKM.
"Pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam membangun ekosistem halal yang kuat dan berkelanjutan. Tentunya, ini juga sebagai bagian pembinaan pemerintah untuk membantu UMKM bisa bersaing," ujarnya.
Ia mengingatkan setiap kebijakan dijalankan secara hati-hati dan tidak terburu-buru, terutama dalam menentukan kawasan tertentu.
Ia menegaskan bahwa aspek halal tidak hanya dilihat dari bahan baku, tetapi juga seluruh proses produksi yang harus memenuhi standar.
"Aspek halal tidak hanya dilihat dari satu bagian saja, tetapi bagaimana seluruh proses itu berjalan dan berproduksi memenuhi standar halal yang telah ditetapkan," katanya.
Dalam pertemuan itu, turut dibahas sinergi dengan program UMKM Naik Kelas serta peluang pengembangan wisata ramah Muslim sebagai bagian dari upaya meningkatkan daya saing Kota Makassar di sektor Muslim Tourism.
Dinas Pariwisata Makassar juga mendorong adanya pendampingan bagi pelaku ekonomi kreatif agar mampu beradaptasi dengan standar halal.
Kepala Balai PJPH Sulsel Rusfandi mengungkapkan saat ini terdapat 10.778 produk di Makassar yang telah bersertifikat halal yang menunjukkan potensi besar untuk terus dikembangkan.
Selain itu, peran lembaga pendamping seperti LP3H dan Pendamping Proses Produk Halal (P3H) juga menjadi perhatian penting, mengingat keduanya merupakan mitra strategis dalam membantu pelaku usaha memperoleh sertifikasi halal.
Pewarta : Muh. Hasanuddin
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
