Logo Header Antaranews Makassar

Satnarkoba Polrestabes Makassar ungkap jaringan tembakau sintetis

Jumat, 24 April 2026 21:54 WIB
Image Print
Kasat Resnarkoba Polrestabes Makassar AKBP Lulik Febriyantara menyampaikan penjelasan kepada wartawan terkait pengungkapan jaringan peredaran narkoba jenis tembakau dan liquid sintetis kepada wartawan di Makassar, Sulawesi Selatan. ANTARA/Darwin Fatir.

Makassar (ANTARA) - Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polretabes Makassar membongkar jaringan peredaran narkotika jenis tembakau sintetis atau Sinte dengan mengamankan satu kilogram barang bukti dalam operasi sepanjang Maret hingga pertengahan April 2026.

"Dari hasil pengembangan pengguna, kemudian ke atasnya sampai ke kurir, akhirnya ada sembilan orang sudah ditetapkan tersangka. Tim juga menemukan gudang penyimpanan Sinte ini di wilayah Makassar," kata Kasat Resnarkoba Polrestabes Makassar AKBP Lulik Febriyantara di Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat.

Ia mengungkapkan, modus peredaran Sinte tersebut kini semakin beragam. Selain menyemprotkan bahan kimia tanpa takaran di tembakau, pelaku juga mengemas dalam bentuk liquid atau cairan untuk digunakan pada rokok elektrik atau vape.

Peredarannya sangat lihai bahkan mengelabui petugas karena memasarkan secara bebas di tempat umum layaknya tembakau maupun cairan hingga ke tempat hiburan maupun kafe-kafe. Untuk bahan bakunya diimpor dari luar negeri.

"Bahan baku Sinte ini dibeli dari luar negeri, dari China dalam bentuk bubuk atau bibit berupa selai saos. Harga bahannya berkisar antara Rp3 juta-Rp4 juta. Setelah itu diolah dan dijual kembali dengan harga lebih tinggi," paparnya mengungkapkan.

Untuk proses pengolahan bahan baku tersebut dengan meraciknya secara manual dan mencampurkan bibitnya berupa selai berbentuk saos ke tembakau serta bahan kimia lainnya dinilai berbahaya bagi tubuh.

Sedangkan cairan liquid yang digunakan untuk rokok elektrik dicampurkan dengan alkohol tanpa takaran pasti, selanjutnya dimasukkan ke dalam botol kecil dikemas lalu diedarkan layaknya liquid pasaran di media sosial, baik WhatsApp grup dan Instagram.

Sedangkan praktik transaksi pembelian barang tersebut tanpa pertemuan langsung. Pembeli mentransfer uang, lalu barang diletakkan atau di tempelkan pada lokasi tertentu, setelah percakapan di medsos untuk dia ambil.

Menurut Lulik, penggunaan tembakau Sinte maupun liquid tersebut sulit dideteksi, sebab efeknya berlangsung singkat antara 15-20 menit. Penggunanya akan mengisap berulang-ulang kali dalam Waktu singkat.

Dari sisi penggunaan, kata Lulik, ciri pengguna Sinte melalui vape relatif sulit dideteksi. Efeknya berlangsung singkat, sekitar 15–20 menit, sehingga pengguna akan mengisapnya berulang kali dalam waktu singkat.

"Penggunaan barang seperti ini juga menyulitkan kita dalam pembuktian, karena hasil tes urine biasanya menunjukkan negatif. Tetapi, kami tetap melakukan Langkah pencegahan dan penanggulangan dengan mensosialisasikan bahayanya, termasuk menindak para pelaku termasuk pengedarnya," kata dia menegaskan.



Pewarta :
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2026