
Gubernur targetkan 25 persen kontribusi UMKM terhadap PDRB Sulbar

Mamuju (ANTARA) - Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka menargetkan 25 persen kontribusi Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM)
terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) daerah itu.
"Saya berharap, sektor UMKM mampu menjadi salah satu penopang utama perekonomian daerah, dan saya menargetkan kontribusi UMKM terhadap PDRB Sulbar dapat mencapai minimal 25 persen," kata Suhardi Duka pada pelatihan UMKM di Mamuju, Jumat.
Pelatihan yang diikuti 300 UMKM dari enam kabupaten di Sulbar tersebut dilakukan atas kerja sama Pemerintah Provinsi Sulbar dan Bank Tabungan Negara (BTN) Cabang Mamuju.
Pelatihan ini fokus pada literasi keuangan dan digital marketing berbasis Artificial Intelligence (AII) agar UMKM Sulbar lebih kompetitif di era digital.
Pelatihan ini juga sejalan dengan langkah peningkatan kapabilitas digital UMKM untuk pertumbuhan usaha yang berkelanjutan.
"Kolaborasi dengan pihak perbankan, akan mempermudah akses permodalan bagi UMKM, mendukung program penguatan ekonomi daerah. Kerja sama ini diharapkan dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di Provinsi Sulbar," jelasnya.
Gubernur memberikan motivasi kepada para peserta agar terus bersemangat dalam menjalankan usaha.
Ia menegaskan bahwa pelaku usaha harus memiliki integritas, menjaga kepercayaan serta memiliki daya juang tinggi dan tidak mudah menyerah.
“Seorang pengusaha harus konsisten, berintegritas dan mampu menjaga kepercayaan. Selain itu, semangat juang menjadi kunci utama dalam menghadapi berbagai tantangan usaha," ujar Suhardi Duka.
Gubernur meminta para pelaku UMKM untuk lebih jeli dalam menangkap peluang usaha, khususnya dengan memanfaatkan potensi lokal yang melimpah di Sulbar.
Komoditas seperti pisang dan kakao menurut Suhardi Duka memiliki nilai ekonomi tinggi, jika diolah dengan baik.
“Sulbar memiliki sumber daya yang luar biasa. Tinggal bagaimana kita mengolahnya agar memiliki nilai tambah dan daya saing di pasar," ujarnya.
Gubernur juga menyinggung dukungan pemerintah pusat terhadap dunia usaha, termasuk kemudahan akses pembiayaan melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang dapat dimanfaatkan hingga Rp500 juta.
Ia mengimbau pemerintah kabupaten untuk mempermudah proses perizinan usaha bagi masyarakat, serta tidak membebani pelaku UMKM kecil dengan pungutan pajak.
Suhardi Duka juga mengingatkan para pelaku UMKM agar tetap memperhatikan ketertiban umum dalam menjalankan usaha, termasuk tidak membuka lapak di bahu jalan yang dapat mengganggu pengguna jalan.
"Sulbar memiliki sumber daya yang luar biasa. Tinggal bagaimana kita mengolahnya agar memiliki nilai tambah dan daya saing di pasar," katanya.
Pewarta : Amirullah
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
