Logo Header Antaranews Makassar

Pemkot Makassar fokus cegah LGBT

Sabtu, 25 April 2026 12:20 WIB
Image Print
Ilustrasi. ANTARA FOTO/Arif Firmansyah.

Makassar (ANTARA) - Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Pemerintah Kota Makassar memfokuskan upaya pencegahan menindaklanjuti fenomena perilaku penyimpangan seksual seperti lesbian, gay, biseksual, dan transgender atau LGBT yang mulai terang-terangan muncul di hadapan publik.

"Saat ini kami fokus pada upaya pencegahan melalui sosialisasi dan edukasi ke anak-anak, termasuk di sekolah-sekolah. Ke depan, mereka juga berencana menggelar roadshow untuk meningkatkan pemahaman dan kewaspadaan," kata Kepala DP3A Kota Makassar Ita Isdiana Anwar di Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu.

Fenomena komunitas LGBT muncul karena para korban mulai berani berbicara dan melapor adanya dugaan penyimpangan seksual. Oleh karena itu ditindaklanjuti dengan melakukan penelusuran.

Menurutnya, fenomena ini diduga bukan hal baru, namun baru terlihat sekarang, seiring dengan meningkatnya perhatian terhadap kasus, termasuk HIV/AIDS. Dari laporan, ada korban mengaku terlibat hubungan sesama jenis. Meski demikian, pihak PPA masih mendalami karena penanganannya cukup kompleks.

"Kami di UPTD PPA menekankan pendekatan preventif, di antaranya melalui forum anak serta layanan konseling. Harapannya, kasus dapat ditekan meski diakui tidak mudah," tuturnya menekankan.

Terungkapnya fenomena itu disebabkan sebagian besar laporan diterima bukan berasal langsung dari korban, melainkan dari pihak keluarga. Setiap laporan yang masuk akan diregistrasi untuk ditangani serius.

Bahkan, satu kasus dapat menjadi peringatan penting. Sehingga dalam penanganannya, korban dapat diamankan di rumah aman sambil dilakukan penelusuran lebih lanjut terhadap pihak terkait.

Selain itu, UPTD PPA bekerja sama dengan Dinas Pendidikan, mengingat sebagian kasus yang dilaporkan melibatkan anak usia sekolah, khususnya tingkat SD dan SMP yang menjadi kewenangan Pemerintah Kota Makassar.

Ita mengungkapkan, pada beberapa kasus hubungan yang terjadi bersifat suka sama suka, walaupun itu menyimpang melibatkan sesama jenis. Kendati demikian, belum dapat dipastikan, apakah ada kelompok tertentu pada kasus ini, sebab masih dalam proses penelusuran.

"Jumlah pasti kasus belum bisa kita ditentukan, karena dari satu laporan sering ditemukan korban lainnya. Penanganan kita mulai dari korban pertama, kemudian dilanjutkan dengan asesmen guna mengungkap keterlibatan pihak lain, paparnya.

Ironisnya, banyak orang tua yang tidak menyadari keterlibatan anaknya, karena fenomena ini tidak tampak secara kasat mata. Misalnya, anak perempuan terlihat hanya beraktivitas bersama teman dekatnya, ternyata memiliki hubungan khusus tanpa sepengetahuan orang tua.

PPA menegaskan akan terus memaksimalkan upaya penanganan dan pencegahan. Mereka juga berharap DPRD dapat segera merealisasikan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) terkait HIV/AIDS dan LGBT sebagai penguatan aspek hukum, mengingat peningkatan kasus menjadi perhatian bersama.

Merespons hal tersebut, Anggota DPRD Makassar Muchlis Misbah menyebutkan, hasil rapat monitoring bersama Komisi D dengan DP3A, ada kenaikan komunitas LGBT, menyusul naiknya pengidap HIV/AIDS. "Harus ada langkah tegas Pemkot Makassar serta upaya pencegahan. Kita dukung penuh usulan Ranperda HIV/AIDS dan LGBT," katanya menambahkan.



Pewarta :
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2026