Logo Header Antaranews Makassar

Pengguna EV PLN di Sulselrabar capai 4.207 pelanggan pada 2026

Jumat, 1 Mei 2026 06:06 WIB
Image Print
Ilustrasi. PLN memastikan pasokan listrik andal bagi petani bawang di Desa Telle, Kabupaten Bone untuk penyiraman melalui Program Electrifying Agriculture yang dinilai lebih efisien hadir untuk membantu meningkatkan produktivitas usaha masyarakat di bidang pertanian, perkebunan, hingga perikanan dalam rangka mendukung program pemerintah, yaitu ketahanan pangan. ANTARA/HO-Humas PLN (B)

Makassar (ANTARA) - PT PLN melalui Unit Induk Distribusi Sulawesi Selatan, Tenggara dan Barat (UID Sulselrabar) mencatat pengguna Electrifying Agriculture (EA) meningkat 8,2 persen dari 3.887 pelanggan pada Januari-Maret di 2025 menjadi 4.207 pelanggan pada periode yang sama di tahun ini.

Dari jumlah pelanggan tersebut, total daya terpasang tercatat sebesar 205.445 kiloVolt Ampere (kVA) atau meningkat 6,7 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya yaitu 192.356 kVA.

General Manager PLN UID Sulselrabar Edyansyah di Makassar, Kamis, menyebut program EA dirancang untuk mendorong modernisasi agrikultur di Indonesia dengan adopsi teknologi pertanian modern berbasis listrik.

"Electrifying Agriculture PLN hadir untuk membantu meningkatkan produktivitas usaha masyarakat di bidang pertanian, perkebunan, hingga perikanan dalam rangka mendukung program pemerintah, yaitu ketahanan pangan," kata Edyansyah.

PLN terus mendorong berbagai upaya dalam menggerakkan roda ekonomi salah satunya pada sektor pertanian melalui program Electrifying Agriculture (EA).

Edyansyah menyebut melalui program ini, pihaknya berupaya menciptakan Creating Shared Value (CSV) yang memberi manfaat bagi masyarakat dan lingkungan. Dengan pemanfaatan teknologi agrikultur berbasis listrik, ekosistem pertanian menjadi lebih modern, yang kemudian berdampak pada peningkatan produktivitas petani.

Program Electrifying Agriculture yang dijalankan PLN tidak hanya memberikan akses energi, tetapi juga mendorong peningkatan produktivitas pertanian.

"Dengan sistem penyiraman yang lebih stabil, tanaman mendapatkan suplai air yang lebih teratur, yang pada akhirnya berdampak pada kualitas dan hasil panen. Sementara ketersediaan listrik secara stabil, kita bisa tawarkan," urainya.

Ia menambahkan, melalui pemanfaatan listrik di sektor pertanian, PLN mendukung transformasi menuju pertanian modern yang efisien, berkelanjutan, dan berdaya saing.

Langkah kecil dari aliran listrik ini, menjadi energi besar bagi masa depan petani menghidupkan harapan, menguatkan ketahanan pangan, dan membawa kesejahteraan yang lebih merata.



Pewarta :
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026