Logo Header Antaranews Makassar

AS tinjau pengerahan senjata jarak jauh di Jerman

Minggu, 3 Mei 2026 18:05 WIB
Image Print
Ilustrasi pasukan Amerika Serikat. ANTARA/REUTERS/Murad Sezer/aa. (REUTERS/MURAD SEZER)

Moskow (ANTARA) - Amerika Serikat akan meninjau kembali keputusan untuk mengerahkan batalion yang dilengkapi dengan senjata jarak jauh sebagai bagian dari rencana pengurangan kehadiran militernya di Jerman, demikian laporan Financial Times, Minggu, mengutip sumber Pentagon.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan pada Sabtu (2/5) bahwa ia berencana mengurangi jumlah pasukan Amerika di Jerman hingga lebih dari 5.000 tentara. Keputusan itu dilakukan setelah Kanselir Jerman Friedrich Merz mengkritik gaya Trump atas perang dengan Iran.

Dilaporkan pula bahwa langkah itu membahayakan upaya pengerahan senjata jarak jauh, termasuk rudal Tomahawk. Gedung Putih juga akan membatalkan keputusan mantan presiden AS Joe Biden untuk mengerahkan garnisun jarak jauh di Jerman, kata seorang pejabat Pentagon.



Pewarta :
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2026