Logo Header Antaranews Makassar

Pemkot Makassar siapkan lahan ekspansi atasi krisis TPU di Tompobulu Maros

Rabu, 6 Mei 2026 17:47 WIB
Image Print
Ilustrasi. Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin. ANTARA/HO-Humas Pemkot Makassar

Makassar (ANTARA) - Pemerintah Kota Makassar menyiapkan lahan ekspansi mengatasi krisis tempat pemakaman umum (TPU) di Kabupaten Maros, lokasinya tepat di Desa Benteng Gajah, Tompobulu.

Langkah taktis, tidak hanya menyangkut ketersediaan ruang, tetapi juga berkaitan langsung dengan pelayanan dasar dan penghormatan terhadap kebutuhan masyarakat hingga jangka panjang, sekaligus menjawab tantangan keterbatasan lahan pekuburan yang kian mendesak.

Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin di Makassar, Rabu menyampaikan situasi ini menjadi perhatian serius pemerintah kota dalam menjamin ketersediaan layanan pemakaman bagi masyarakat.

"Sekarang sudah kita lihat dan datangi beberapa lokasi, termasuk di Maros. Makassar kan relatif sudah sangat padat," ujarnya.

Selama ini, Kota Makassar hanya mengandalkan enam lokasi TPU, yakni di Sudiang, Beroanging, Kampung Dadi, Panaikang (dua lokasi), dan Antang sebagai fasilitas utama bagi kebutuhan pemakaman warga.

Namun, seiring meningkatnya jumlah penduduk dan kebutuhan lahan, sejumlah TPU tersebut kini berada dalam kondisi nyaris penuh.

"Jadi, perlu ada solusi. Karena beberapa TPU itu, kuburan bahkan sudah tertutup untuk umum, kecuali bagi keluarga. Ini tentu menjadi tantangan yang harus segera kita carikan solusi," tambah Appi.

Upaya ini dilakukan secara terukur melalui pemetaan wilayah potensial yang memenuhi aspek tata ruang, daya dukung lingkungan, serta aksesibilitas bagi masyarakat.

Pemerintah Kota Makassar menyadari bahwa ketersediaan lahan pemakaman merupakan kebutuhan jangka panjang yang harus direncanakan sejak dini.

Sebagai langkah konkret, Wali Kota bersama jajaran pemerintah kota dan DPRD serta SKPD terkait, telah melakukan peninjauan langsung terhadap sejumlah lokasi potensial di wilayah Maros

Namun demikian, hasil peninjauan tersebut masih memerlukan kajian teknis lebih lanjut, khususnya terkait kondisi kontur dan kemiringan lahan yang dinilai menjadi faktor krusial dalam pengembangan kawasan pemakaman.

"Sudah ada beberapa lokasi yang kita lihat, tetapi secara teknis masih perlu ditinjau lebih dalam, misalnya karena adanya kemiringan lahan," jelasnya.

Terkait kebutuhan lahan, Pemerintah Kota Makassar memperkirakan kebutuhan area pemakaman baru berada pada kisaran 10 hingga 20 hektare guna memenuhi kebutuhan masyarakat dalam jangka panjang.

Pemerintah kota juga memastikan komitmen penganggaran untuk mendukung realisasi rencana tersebut sebagai bagian dari pelayanan dasar kepada masyarakat.



Pewarta :
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026