
Gubernur Sulsel: Pertumbuhan ekonomi sebesar 6,88 persen capaian kolektif

Makassar (ANTARA) - Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Andi Sudirman Sulaiman mengatakan pertumbuhan ekonomi triwulan I 2026 Sulsel sebesar 6,88 persen sesuai data Badan Pusat Statistik (BPS) merupakan capaian hasil kolektif yang dilakukan secara bersama.
Andi Sudirman di Makassar, Senin, menyampaikan capaian tersebut merupakan hasil sinergi seluruh elemen, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota hingga masyarakat.
Menurut dia, keberhasilan ini tidak terlepas dari berbagai program yang terus berjalan, termasuk program strategis nasional, program prioritas Pemprov Sulsel yaitu Multiyears Project (MYP) Infrastruktur yang saat ini berjalan di sejumlah daerah.
Ia juga mengapresiasi kontribusi seluruh pihak yang turut menjaga stabilitas dan pertumbuhan ekonomi Sulawesi Selatan.
“Capaian ini adalah capaian kolektif, termasuk program nasional, Pemprov Sulsel melalui Mega Proyek Multiyears (MYP), serta program kabupaten/kota yang ditopang ekonomi sektor riil masyarakat,” jelasnya.
Andi Sudirman berharap momentum positif ini dapat terus dijaga untuk memperkuat indikator utama pembangunan Sulsel ke depan, sekaligus menghadirkan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
“Mari terus menjaga bersama ritme indikator utama pembangunan Sulsel yang lebih baik,” tutupnya.
Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) Sulsel melaporkan pertumbuhan ekonomi triwulan I 2026 Sulsel sebesar 6,88 persen secara year-on-year (y-on-y), disertai peningkatan penyerapan tenaga kerja serta membaiknya kualitas pekerjaan masyarakat.
Capaian tersebut menempatkan Sulsel di atas capaian pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,61 persen, dan tetap berada dalam tren pertumbuhan positif di tengah tantangan ekonomi global. Nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Sulsel pada triwulan I 2026 tercatat mencapai Rp191,28 triliun.
Pertumbuhan tahunan Sulsel pun tetap kuat dan ditopang sejumlah sektor strategis. Sektor administrasi pemerintahan tercatat tumbuh signifikan sebesar 20,56 persen, sementara konsumsi pemerintah meningkat hingga 35,14 persen.
Selain itu, sektor pertanian dan perdagangan masih menjadi tulang punggung utama perekonomian daerah yang menopang aktivitas ekonomi masyarakat di berbagai wilayah Sulawesi Selatan.
Inflasi juga terjaga stabil pada angka 2,86 persen, turun dari bulan lalu 4,5 persen yang sempat menjadi tertinggi ketiga nasional.
Pewarta : Abdul Kadir
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026
