
Perempuan Makassar dilibatkan olah sampah jadi bernilai

Makassar (ANTARA) - PT Nusantara Infrastructure Grup menggandeng Rappo Indonesia melalui program Komunitas Berdaya Nusantara dengan mendorong komunitas utamanya perempuan untuk dilibatkan mengolah sampah plastik menjadi barang bernilai ekonomi, sekaligus memperkuat ekonomi sirkular.
"Isu hari ini adalah, bagaimana setiap daerah di Indonesia dapat mengelola sampah dengan baik. Ternyata, sebagian besar masalah sampah dapat diselesaikan oleh kaum wanita, khususnya ibu-ibu," tutur Direktur Utama PT Nusantara Infrastructure Ramdani Basri di Kantor Lurah Panamppu Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu.
Program ini kata dia, sebuah inisiatif yang mendorong pengolahan limbah plastik menjadi produk bernilai ekonomi sekaligus memperkuat pemberdayaan masyarakat di sekitar Jalan Tol Makassar dan telah berjalan setahun sejak diluncurkan pada 2025 di Untia.
Dengan menggandeng Rappo Indonesia salah satu sosial enterprise di Kota Makassar, masyarakat tidak hanya berfokus pada pengolahan limbah plastik menjadi produk fesyen dan aksesoris ramah lingkungan, tapi turut mendorong keterlibatan aktif perempuan sebagai penggerak utama ekonomi berbasis komunitas.
"Program ini dimulai sejak tahun 2025. Satu program dengan pemikiran pemikiran yang sangat mudah dan simpel. Namun kita mencoba memberikan kontribusi.
Menjadi lebih besar pada program program yang akan datang," paparnya.
Menurut dia, pengolahan sampah plastik bukan hanya menghasilkan produk fasyen, tapi kini kecanggihan teknologi sudah memberi banyak perubahan salah satunya material super blok. Itu dapat menjadi bahan materi jalan tol, jalan nasional selain semen. Pihaknya juga mendukung program Waste to Energy.
Oleh karena itu, pemberdayaan perempuan, kata dia, menjadi kunci dalam membangun komunitas yang mandiri dan berkelanjutan. Perempuan tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga penggerak utama dalam rantai ekonomi sirkular ini.
Program ini hadir di tengah tantangan pengelolaan sampah perkotaan yang semakin kompleks. Berdasarkan data KLH/BPLH tahun 2025, timbulan sampah di Kawasan Makassar Raya mencapai seribu-an ton per hari.
Melalui pendekatan ekonomi sirkular, masyarakat dilibatkan dalam seluruh rantai proses. Sampah rumah tangga dipilah dan disetorkan ke Bank Sampah Kampung Bersih Nusantara di Kelurahan Pannampu, Kecamatan Tallo.
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menyampaikan program pemberdayaan ini sangat positif, tidak sebatas wacana tapi telah dieksekusi dengan baik memberikan manfaat secara langsung kepada warga setempat.
"Ini sudah menghasilkan dampak ekonomi yang langsung dirasakan kepada mereka dan meningkatkan kemampuan kapasitas dengan pelatihan ekonomi hijau, dan ini menurut saya hal yang sangat baik," tuturnya disela peringatan setahun program Komunitas Berdaya Nusantara di kantor lurah setempat.
Munafri menyebut, jumlah sampah yang dihasilkan masyarakat Kota Makassar per harinya lebih 800 ton. Di sisi lain tempat penampungan sampah di TPA Antang melebihi kapasitas, sehingga perlu dicarikan solusi alternatif, seperti pengolahan berbasis ekonomi sirkular maupun Waste to Energy.
Founder dan CEO Rappo Indonesia Akmal Idrus menambahkan, pihaknya bekerja sama PT Nusantara Infrastructure Grup berkaitan pengolahan sampah bernilai ekonomi. Ia menyebut, sampah plastik yang dibeli dari Bank Sampah Kampung Bersih Nusantara di Panamppu, dipilah dan diolah menjadi material daur ulang.
Bahan tersebut kemudian dijahit oleh perempuan pesisir di Untia menjadi produk bernilai ekonomi seperti tas, dompet, dan aksesoris lainnya. Selama setahun, program ini telah mengelola 951 kilogram sampah plastik, diolah menjadi 17.298 lembar material daur ulang yang menghasilkan 8.649 produk.
"Kami sendiri start up fokus memberikan dampak kepada masyarakat melalui pengelolaan sampah. Kami bergerak mengolahnya, tidak hanya memindahkannya, tapi bagaimana tidak terbuang ke TPA. Per harinya itu ratusan kilo, kalau per tahun sekitar tiga ton, itu sudah termasuk produk souvenir dan furniture, kemudian dipasarkan ke perusahaan dan instansi pemerintah," katanya menambahkan.
Pewarta : M Darwin Fatir
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
