
Daftar tunggu haji Papua menjadi 26 tahun dengan 26 ribu pendaftar

Makassar (ANTARA) - Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Provinsi Papua Raya, Musa Narwawan mengatakan daftar tunggu calon haji di wilayahnya turun menjadi 26 tahun dengan 26 ribu pendaftar lebih.
"Kuota haji kami itu di Papua sebanyak 933 orang per tahun 2026 ini. Kalau tahun sebelumnya itu kuota haji Papua lebih dari 1.000 orang setiap tahunnya, tapi dengan aturan baru ini menjadi 933 orang," ujarnya di Asrama Haji Sudiang Makassar, Selasa kemarin.
Musa Narwawan yang mengantar langsung jamaah calon hajinya (JCH) ke pemondokan Asrama Haji Sudiang Makassar dan akan diterbangkan melalui Embarkasi Makassar, Sulawesi Selatan.
Menurutnya, aturan baru dari Kementerian Haji dan Umrah ini cukup bagus dan adil karena menyeimbangkan antara rasio penduduk Muslim dengan jumlah pendaftar.
Musa menjelaskan, penyelenggaraan haji tahun 2026 menjadi momentum penting karena untuk pertama kalinya pelayanan dan penanganan haji dilaksanakan penuh oleh Kementerian Haji dan Umrah yang baru dibentuk pemerintah.
“Tahun ini menjadi langkah awal dan kemenangan penuh bagi Kementerian Haji dan Umrah dalam melaksanakan pelayanan dan penanganan haji,” katanya.

Untuk musim haji 2026, Papua Raya mendapatkan kuota sebanyak 933 calon haji. Jumlah tersebut terbagi untuk empat provinsi, yakni Papua, Papua Pegunungan, Papua Tengah, dan Papua Selatan.
“Dulu kuota kita 1.076 calon haji, sekarang menjadi 933. Penurunan ini terjadi karena adanya perubahan skema pembagian kuota,” jelasnya.
Ia menerangkan, sebelumnya pembagian kuota berdasarkan jumlah penduduk Muslim di suatu daerah. Namun setelah kewenangan haji beralih dan mengikuti aturan baru, pembagian kuota menggunakan sistem waiting list atau daftar tunggu.
“Dengan rumus baru itu, kuota Papua berkurang sekitar 100 lebih jemaah sehingga tersisa 933 untuk Papua Raya,” ungkapnya.
Jamaah haji asal Papua tahun ini akan diberangkatkan melalui Embarkasi Hasanuddin Makassar dengan pembagian dua kloter penuh dan satu kloter gabungan.
“Dua kloter penuh berasal dari Papua, sedangkan kloter 31 bergabung dengan Provinsi Sulawesi Selatan,” katanya.
Musa juga mengingatkan para calon jemaah haji agar menjaga kesehatan mengingat cuaca di Arab Saudi saat ini cukup ekstrem dan panas.
Ia berharap seluruh rangkaian ibadah, terutama saat puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina, dapat berjalan lancar tanpa gangguan kesehatan.
Selain itu, Musa menyebut daftar tunggu haji di Papua hingga 31 Desember 2025 mencapai sekitar 26 ribu orang dengan masa tunggu rata-rata 26 tahun.
“Dulu masa tunggunya sekitar 27 sampai 28 tahun, sekarang turun menjadi 26 tahun,” katanya.
Pewarta : Muh. Hasanuddin
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
