Logo Header Antaranews Makassar

ICATT buat film membangun narasi Islam agama damai sesuai ajaran Al-Qur'an

Kamis, 14 Mei 2026 21:15 WIB
Image Print
Ketua DPP ICATT Mallingkai Ilyas usai menggelar rapat kerja kepengurusan dan penggodokan program dalam bidang intelektual serta sosial di Makassar, Kamis (13/5/2026). ANTARA/Muh Hasanuddin

Makassar (ANTARA) - Dewan Pengurus Pusat Ikatan Cendekiawan Alumni Timur Tengah (DPP ICATT) membangun narasi Islam sebagai agama yang penuh cinta dan damai sesuai dengan ajaran dalam kitab suci Al-Qur'an.

Ketua DPP ICATT Mallingkai Ilyas di Makassar, Kamis, menegaskan organisasinya akan fokus membangun narasi positif tentang Islam sebagai agama rahmatan lil alamin melalui pendekatan intelektual dan sosial di tengah meningkatnya tantangan intoleransi di ruang digital.

"Indonesia sangat kaya akan suku dan budayanya. Penduduk di negeri ini juga punya beragam agama selain Islam dan itu berpotensi melahirkan kebencian jika tidak ada toleransi di dalamnya. Makanya, kami akan fokus dengan kegiatan yang bisa membangun toleransi itu agar bisa diperkuat," ujarnya.

Menurut Mallingkai, ICATT hadir bukan hanya sebagai organisasi keagamaan, tetapi juga sebagai wadah intelektual dan sosial yang aktif mengkaji berbagai persoalan keumatan dan kebangsaan.

Berbagai isu strategis tersebut nantinya akan menjadi perhatian organisasi untuk melahirkan gagasan dan solusi yang konstruktif bagi masyarakat.

“Kami akan membangun narasi positif dalam dunia Islam, bahwa Islam itu agama rahmatan lil alamin. Kami juga akan menjalankan fungsi organisasi ini sebagai organisasi intelektual dan sosial,” katanya.

Ia mengatakan, tantangan terbesar saat ini adalah meningkatnya penyebaran narasi intoleransi di ruang digital yang dinilai cukup mengkhawatirkan.

Berdasarkan data dari berbagai sumber, kata dia, lebih dari 60 persen narasi intoleransi di media digital menunjukkan tren peningkatan yang perlu diantisipasi bersama.

Selain itu, DPP ICATT punya bidang khusus pencegahan terorisme yang akan berkolaborasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dan rumah moderasi untuk menyosialisasikan nilai-nilai antiradikalisme kepada masyarakat dan di lembaga pendidikan.

Ia menambahkan, langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen organisasi dalam memperkuat nilai toleransi, kebhinekaan, dan persatuan bangsa sesuai prinsip Bhinneka Tunggal Ika.

“DPP ICATT sendiri lebih kepada bagaimana membangun sikap toleransi kepada semua sesuai dengan prinsip bangsa ini, Bhinneka Tunggal Ika. Itu sama dengan prinsip yang dijalankan di ICATT serta agama Islam sebagai agama rahmatan lil alamin,” terangnya.

Melalui berbagai program tersebut, ICATT berharap dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat moderasi beragama sekaligus menciptakan ruang digital yang lebih sehat, damai, dan terbebas dari paham radikal maupun intoleran.



Pewarta :
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026