Logo Header Antaranews Makassar

DP3A Makassar ajak masyarakat melaporkan tindakan kekerasan

Sabtu, 16 Mei 2026 19:45 WIB
Image Print
Kepala Dinas DP3A Pemkot Makassar Ita Anwar di Makassar, Sulawesi Selatan. ANTARA/HO-Dokumentasi Pemkot Makassar.

Makassar (ANTARA) - Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Makassar mengajak masyarakat untuk berani melaporkan dugaan tindak kekerasan terhadap anak dan perempuan melalui aplikasi Sakina (Super App Keluarga Indonesia) untuk dilakukan penanganan segera.
"Ada banyak kasus utamanya anak-anak, tapi mungkin tidak berani datang ke UPD PPA melapor. Melalui aplikasi ini, kita tanya masalahnya apa, ketemu dimana, dan kita siap jemput bola memastikan berjalan sesuai aturan," ujar Kepala Dinas DP3A Pemkot Makassar Ita Anwar di Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu.

Selain aplikasi pelaporan Sakina disiapkan, pihaknya juga telah membentuk tim reaksi cepat (TRC) untuk bergerak cepat menangani pelaporan. Timnya terdiri dari pendamping hukum, psikiater dan psikolog bertugas memproses laporan, memberi konseling serta pendampingan hukum.

Dari sejumlah kasus pendampingan tersebut utamanya berkaitan kasus kekerasan seksual, banyak di antara pelakunya orang terdekat seperti ayah, kakak, paman, hingga kakeknya tega berbuat asusila. Kejadian ini menimbulkan traumatik mendalam bagi korban.

"Ada beberapa kasus pelakunya orang terdekat di lingkungan korban, seperti bapaknya, bahkan kakeknya sendiri. Inilah yang menimbulkan trauma mengingalkan emosional mendalam bagi para korbannya," tutur dia.

Berdasarkan data DP3A Makassar, sepanjang 2025 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak mencapai 1.222 kasus. Korban didominasi kekerasan anak sebanyak 762 kasus atau 62 persen, sisanya korban perempuan sebanyak 560 kasus atau 38 persen. Jumlah ini meningkat dari tahun 2024 sebanyak 520 kasus.

Menurut dia, meningkatnya angka pelaporan tersebut bukan berarti Kota Makassar tidak aman, tetapi menunjukkan bahwa masyarakat sudah berani speak up atau berbicara atas apa yang dialami kemudian melaporkannya dengan merahasiakan identitasnya.

"Angka kasus tinggi bukan berarti Makassar lagi tidak baik-baik saja. Tetapi, ini mungkin selama ini fenomena gunung es, banyak kasus tapi tidak berani bicara, tidak berani melapor. Makanya kami ajak laporkan," paparnya menegaskan.

Terkait dengan penanganan para korban tindak kekerasan, kata Ita menambahkan, DP3A Makassar telah menyiapkan fasilitas rumah aman selama proses pendampingan para korban, guna melindungi dari ancaman intervensi dan lainnya. Sejauh ini pihaknya intens turun ke rumah warga termasuk memberdayakan forum anak.



Pewarta :
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026