Logo Header Antaranews Makassar

393 JCH Sultra, Embarkasi Makassar berangkat ke Makkah

Senin, 18 Mei 2026 21:53 WIB
Image Print
Ketua PPIH Embarkasi Makassar Ikbal Ismail melepas secara resmi rombongan JCH asal Sulawesi Tenggara menuju ke Makkah, Arab Saudi, Senin (18/5/2026). ANTARA/HO-Kemenhaj Sulsel

Makassar (ANTARA) - Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Makassar, Sulawesi Selatan memberangkatkan utuh jamaah calon haji (JCH) berasal dari Sulawesi Tenggara (Sultra) ke Tanah Suci, Makkah, Arab Saudi.

Ketua PPIH Embarkasi Makassar Ikbal Ismail di Makassar, Senin, melepas secara resmi rombongan JCH Kelompok Terbang (Kloter) 38 UPG Embarkasi Makassar ke Tanah Suci, usai menjalani proses karantina di Asrama Haji Sudiang.

"Total semua jamaah calon haji itu sebanyak 393 orang dan semuanya itu dari Sulawesi Tenggara tanpa ada campuran jamaah dari daerah lain," ujarnya.

Dari jumlah itu, hampir setengah atau sekitar 142 orang masuk kategori lanjut usia (lansia) dan harus menempuh perjalanan panjang ke Makkah.

Kondisi tersebut membuat petugas haji memberikan perhatian khusus terhadap kesiapan fisik jamaah, terutama menjelang puncak ibadah haji di Armuzna (Arafah, Muzdalifah, dan Mina).

Ketua Kloter 38, Laode Alimaris, mengatakan rombongan yang dipimpinnya terdiri atas jamaah dari delapan kabupaten dan kota di Sulawesi Tenggara, yakni Kabupaten Bombana, Kota Baubau, Kabupaten Buton Selatan, Kabupaten Muna, Muna Barat, Konawe Utara, Kolaka, dan Kolaka Timur.

“Kloter ini terdiri dari jamaah dari delapan kabupaten dan kota di Sulawesi Tenggara. Calon haji tertua di kloter ini berusia 89 tahun dan menggunakan kursi roda, sedangkan yang termuda berusia 16 tahun," katanya.

Dari total jamaah Kloter 38, sebanyak 142 orang tercatat masuk kategori lansia, dengan jumlah perempuan lebih banyak dibanding laki-laki.

Tingginya jumlah jemaah lansia membuat petugas kloter menerapkan langkah antisipatif guna menjaga kondisi kesehatan jamaah tetap stabil hingga pelaksanaan puncak haji.

Dia mengatakan Kloter 38 termasuk dalam gelombang akhir keberangkatan sehingga waktu persiapan menuju Armuzna relatif singkat.

“Setelah tiba di Tanah Suci, fokus utama kami adalah menyelesaikan umrah wajib. Setelah itu, jamaah diarahkan agar tidak terlalu memforsir tenaga untuk ibadah sunnah,” katanya.

Ia menambahkan sekitar enam hari setelah tiba di Makkah, jamaah sudah harus menghadapi fase Armuzna yang dikenal sebagai tahapan paling menguras tenaga dalam rangkaian ibadah haji.

Selain faktor usia, cuaca ekstrem di Arab Saudi juga menjadi perhatian serius petugas haji. Suhu panas yang tinggi dinilai berisiko memicu dehidrasi, terutama bagi jamaah lansia yang memiliki daya tahan tubuh lebih rentan.

"Karena itu, petugas terus mengingatkan jamaah agar disiplin menjaga asupan cairan selama berada di Tanah Suci. Jangan menunggu haus baru minum. Setiap 15 menit dianjurkan minum air meskipun hanya satu atau dua teguk,” ujar Laode.

Ia menyarankan jamaah mengonsumsi cairan oralit untuk membantu menjaga keseimbangan cairan tubuh dan mencegah dehidrasi saat menjalani aktivitas ibadah di tengah cuaca panas.

Kloter 38 merupakan kloter kedua terakhir berasal dari Sulawesi Tenggara yang bertolak ke Makkah, Senin (18/5), sekitar pukul 18.50 Wita. Setelahnya, masih ada Kloter 39 yang juga membawa jamaah berasal dari Sultra dan bergabung dengan jamaah berasal dari Sulawesi Selatan.



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: PPIH Embarkasi Makassar berangkatkan utuh JCH Sultra ke Makkah



Pewarta :
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026