
Sekda Sulsel: Birokrasi kedepan harus adaptif terhadap perkembangan teknologi

Makassar (ANTARA) - Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan Jufri Rahman mengingatkan tantangan birokrasi ke depan tidak hanya menuntut kemampuan administratif tetapi juga adaptasi terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan masyarakat yang terus berubah.
Sekda Jufri Rahman dalam keterangan di Makassar, Rabu, mengatakan konsep world class bureaucracy 2045 mencakup peningkatan kolaborasi birokrasi, terciptanya aparatur negara yang kompeten dan berkinerja tinggi berbasis sistem merit, hingga penguatan kelembagaan yang lincah dan adaptif.
Selain itu, katanya, reformasi birokrasi diarahkan pada terbentuknya perilaku birokrasi yang beretika dan inovatif, serta terwujud kebijakan dan pelayanan publik yang berkualitas dan inklusif.
Ia juga menekankan pentingnya penerapan nilai dasar ASN sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 tentang ASN, yakni BerAKHLAK (Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif).
“Nilai ini dimaksudkan sebagai pembentuk budaya kerja, mulai dari nilai-nilai, perilaku, kebiasaan, hingga budaya organisasi,” ujarnya saat memberikan materi Pelatihan Dasar kepada CPNS Angkatan XVII, XVIII, dan XIX Tahun 2026 di Makassar.
Ia menambahkan penguatan budaya kerja dan citra institusi dilakukan melalui penerapan kode etik, kode perilaku, serta internalisasi nilai BerAKHLAK di seluruh lingkungan instansi pemerintah.
“Tentunya setiap instansi pemerintah wajib melakukan internalisasi nilai dasar ASN, kode etik, dan kode perilaku ASN di lingkungan instansinya,” ujarnya.
Dia mengharapkan CPNS sebagai generasi baru ASN mampu menjadi motor penggerak birokrasi yang profesional, responsif, adaptif, dan berorientasi pada pelayanan publik.
Pada kesempatan tersebut, Jufri juga memaparkan tujuh tahapan penguatan budaya kerja ASN BerAKHLAK, yakni internalisasi, penyelarasan sistem, pengukuran baseline, penyusunan dan implementasi agenda perubahan, pemantauan dan evaluasi, penghargaan dan apresiasi, serta penguatan secara berkelanjutan.
Penguatan budaya kerja ASN tersebut diharapkan mampu mendorong lahirnya aparatur yang profesional, adaptif, dan berorientasi pada pelayanan publik.
Pewarta : Abdul Kadir
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
