
Dinkes Sulsel lanjutkan kesehatan bergerak untuk layanan wilayah 3T

Makassar (ANTARA) - Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan akan melanjutkan program kesehatan bergerak di 2026 sebagai langkah pemerataan layanan kesehatan di wilayah kepulauan dan terpencil, khususnya area 3T (Tertinggal, Terdepan dan Terluar).
Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Sulsel Ardadi menyampaikan Gubernur Sulsel telah menginstruksikan program pelayanan kesehatan bergerak kembali dilanjutkan sebagai respons tantangan geografis dan demografis dalam penerapan pelayanan kesehatan secara menyeluruh di 24 daerah.
"Kami melanjutkan program pelayanan kesehatan bergerak untuk memastikan masyarakat kita di sudut-sudut desa, di pegunungan, di ujung-ujung kepulauan juga mendapatkan pelayanan yang sama dengan masyarakat yang berada di wilayah perkotaan,” ujar Ardadi di Makassar, Senin.
Langkah ini sebagai wujud komitmen Pemerintah Provinsi Sulsel melalui Dinas Kesehatan dalam memudahkan masyarakat yang aksesnya cukup susah mendapatkan pelayanan kesehatan, seperti di kepulauan dan daerah yang masuk dalam area 3T.
Program pelayanan kesehatan bergerak hadir untuk menyasar wilayah terpencil atau daerah-daerah yang sulit diakses dalam memberikan layanan-layanan kesehatan.
Beberapa wilayah yang dimaksud seperti Kabupaten Kepulauan Pangkajene (Pangkep) dan Kepulauan Selayar serta beberapa daerah-daerah pegunungan seperti Kabupaten Toraja, Toraja Utara, Kabupaten Luwu, Kabupaten Luwu Utara dan Kabupaten Pinrang.
Terkait daerah yang perlu dilakukan pemerataan, Ardadi menambahkan ada beberapa daerah yang cukup maju dari sisi jumlah fasilitas pelayanan kesehatannya, namun ada pula daerah-daerah yang sulit juga, seperti misalkan dua wilayah kepulauan Kabupaten Kepulauan Pangkep dan Kabupaten Selayar.
Ardadi menjelaskan kondisi geografis dan demografi menjadi tantangan dalam program -program pelayanan kesehatan. Kendati saat ini di Sulawesi Selatan, terdapat sedikitnya 475 puskesmas, 126 rumah sakit ditambah puluhan klinik yakni klinik utama maupun klinik pratama.
"Tahun lalu sudah ada dua kabupaten kepulauan yang kita sasar lewat program ini yaitu Kabupaten Kepulauan Pangkajene dan Kepulauan Selayar,” kata Ardadi menyebutkan.
Sebanyak 5.000 masyarakat mendapatkan pelayanan dalam pelaksanaan program tersebut, kemudian melalui program ini, juga untuk memastikan mutu pelayanan kesehatan bisa tetap terjaga.
"Inilah yang perlu kami dorong memastikan ketersediaan fasilitas pelayanan kesehatan dan hal-hal yang melingkupinya seperti sumber daya tenaga kesehatannya seperti apa,” ujarnya.
Program serupa juga hadir di tingkat Pusat melalui Kementerian Kesehatan dengan program pengampuan layanan unggulan. Program ini untuk memastikan kesenjangan pelayanan kesehatan tidak terlalu timpang pada rumah sakit di kabupaten dengan rumah sakit pengampu di tingkat provinsi.
Pewarta : Nur Suhra Wardyah
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
