Logo Header Antaranews Makassar

Banyak disorot, Pemprov Sulsel akui libatkan BPIP dalam seleksi Paskibraka nasional

Selasa, 26 Mei 2026 09:48 WIB
Image Print
Mulai 18-22 Mei, sebanyak 45 pelajar SMA dan MA dari lima kabupaten/kota se-Kaltara mengikuti seleksi calon Paskibraka tingkat Provinsi Kaltara tahun 2026. (ANTARA/HO-DKISP Kaltara)

Makassar (ANTARA) - Pemprov Sulsel melibatkan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Pusat dalam seleksi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat nasional, agar berjalan profesional, objektif, dan sesuai mekanisme yang berlaku.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Sulsel Bustanul dalam keterangannya di Makassar, Selasa, mengatakan pihaknya memahami perhatian publik terhadap proses seleksi tersebut dan memastikan seluruh tahapan dilakukan secara terbuka dan melibatkan tim seleksi nasional.

“Seleksi ini adalah kewenangan Pemerintah Provinsi. Peserta diseleksi adalah utusan terpilih dari Kabupaten dan Kota," ujarnya.

Ia menjelaskan, tim seleksi terdiri atas unsur Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), DPPI Pusat, TNI, Polri, hingga Sekretariat Militer Presiden (Setmilpres) yang turut melakukan penilaian secara langsung selama tahapan seleksi berlangsung.

"Untuk seleksi ke tingkat nasional itu dilakukan oleh panitia seleksi dari Pusat yang hadir bersamaan dengan seleksi provinsi,” kata Bustanul.

Menurut dia, penilaian peserta tidak hanya berdasarkan tes akademik atau wawasan kebangsaan, tetapi juga mempertimbangkan aspek kesamaptaan, keterampilan, peraturan baris-berbaris (PBB), kepribadian, serta hasil evaluasi menyeluruh dari tim seleksi.

"Di dalamnya ada BPIP Pusat, ada DPPI Pusat, ada Setmilpres untuk menentukan yang ke pusat. Saya pastikan bahwa seleksi yang dimaksud itu terlaksana sesuai dengan ketentuan dan berjalan secara objektif dan transparan," ujar Bustanul.

Pemprov Sulsel, lanjut Bustanul, juga terbuka terhadap evaluasi maupun klarifikasi apabila DPRD Sulsel menggelar rapat dengar pendapat (RDP) terkait polemik tersebut.

“Kami menghormati perhatian publik dan siap memberikan penjelasan secara terbuka agar informasi yang berkembang dapat diluruskan secara objektif,” katanya.

Ia berharap masyarakat tidak terburu-buru menarik kesimpulan sebelum seluruh proses dan mekanisme seleksi dipahami secara utuh.

Meski tidak terpilih menjadi utusan Sulawesi Selatan ke tingkat nasional, peserta yang mengikuti seleksi tetap berkesempatan bertugas sebagai anggota Paskibraka tingkat Provinsi Sulawesi Selatan pada peringatan HUT Kemerdekaan RI tahun 2026.

Pemprov Sulsel menegaskan komitmennya menjaga proses seleksi Paskibraka tetap menjunjung nilai objektivitas, integritas, serta semangat persatuan sebagaimana nilai dasar Pancasila.



Pewarta :
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026