Logo Header Antaranews Makassar

Baratin Sulsel perketat pengawasan pengiriman hewan kurban

Kamis, 28 Mei 2026 10:55 WIB
Image Print
Petugas karantina hewan memasangkan stiker putih karantina (Quarantine White Sticker) ke mobil truk pengangkut hewan hendak menuju Pulau Kalimantan seusai dinyatakan lolos pemeriksaan karantina, di Pelabuhan Nusantara, Kota Parepare, Sulawesi Selatan. ANTARA/HO-Dokumentasi Balai Karantina Sulsel.

Makassar (ANTARA) - Balai Besar Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (Baratin) Sulawesi Selatan memperketat pengawasan lalu lintas pengiriman hewan kurban antardaerah sebagai langkah tegas guna mencegah pelanggaran serta memastikan kondisi hewan sehat, layak dan bebas dari penyakit saat dikonsumsi di Hari Raya Idul Adha 2026.

"Mobilitas ternak yang tinggi harus diimbangi dengan pengawasan ketat agar tidak menjadi jalur penyebaran penyakit hewan menular, seperti penyakit mulut dan kuku atau PMK dan kulit berbenjol atau Lumpy Skin Disease (LSD)," kata Kepala Karantina Sulsel Sitti Chadidjah di Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis.

Ia menekankan, lalu lintas pengiriman hewan wajib memenuhi persyaratan karantina dan memastikan kondisinya sehat sebelum diberangkatkan ke daerah tujuan. Sinergisitas instansi juga diperkuat dengan KSOP Parepare, Polsek Pelabuhan Nusantara dan TNI AL agar berjalan sesuai regulasi dan prinsip biosekuriti.

Peningkatan pengawasan ini dilakukan pada sejumlah titik pengeluaran ternak di Sulsel, termasuk di Pelabuhan Parepare dan Pelabuhan Garongkong yang menjadi jalur distribusi utama pengiriman sapi menuju Pulau Kalimantan seiring meningkatnya kebutuhan hewan kurban saat perayaan Idul Adha 1447 Hijiriah.

Tindakan karantina tersebut, kata dia, bertujuan melindungi kesehatan hewan serta menjaga keamanan pangan asal hewan dan memberikan rasa aman kepada konsumen. Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari administrasi hingga kondisi fisik hewan.

"Kami juga melakukan pengujian laboratorium untuk mendeteksi secara dini kemungkinan adanya penyakit tertentu sehingga pengiriman ternak tetap aman dan sesuai ketentuan," katanya menekankan.

Menurut dia, sebelum hewan kurban diberangkatkan, dilaksanakan serangkaian tindakan karantina sesuai prosedur. Pemeriksaan meliputi verifikasi dokumen administrasi, pemeriksaan fisik kesehatan hewan, hingga pengambilan sampel darah untuk pengujian laboratorium.

Hal ini dilaksanakan sebagai langkah antisipasi terhadap potensi penyebaran penyakit hewan. Sama seperti pengiriman lalu, sapi menjalani pemeriksaan kesehatan, pengambilan sampel darah guna keperluan pengujian Rose Bengal Test (RBT) atau metode pengujian mendeteksi penyakit brucellosis pada ternak.

Data Barantin Electronic System for Transaction and Utility Service Technology (Best Trust) menunjukkan aktivitas pengiriman ternak dari Sulsel menuju wilayah Kalimantan dalam dua bulan terakhir mengalami peningkatan.

Satuan Pelayanan Parepare periode April-Mei 2026 mencatat, sebanyak 3.734 ekor sapi potong telah dikirim menuju Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, dan Kalimantan Selatan dengan frekuensi 124 kali pengeluaran.

Sedangkan pengiriman kambing di periode sama, tercatat sebanyak 286 ekor dengan frekuensi empat kali pengeluaran. Angka ini menunjukkan Sulsel menjadi salah satu daerah pemasok utama ternak, khususnya sapi potong bagi kebutuhan masyarakat di wilayah Kalimantan.

Sementara data Best Trust periode Januari- Mei 2026, untuk domestik keluar tercatat sebanyak 5.004 ekor sapi, 20.567 ekor kambing. Data ini untuk seluruh Satuan Pelayanan Karantina Sulsel berada di Kota Makassar, Bajoe (Bone), Jeneponto dan Kota Parepare



Pewarta :
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2026