
Gubernur Sulbar minta umat beragama wujudkan kebersamaan

Mamuju (ANTARA) - Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka meminta umat beragama di daerah itu menciptakan keadilan, kebersamaan dan perdamaian, serta menghindari ancaman maupun ketidaknyamanan antar-sesama pemeluk agama.
"Sulbar dikenal sebagai salah satu daerah di Indonesia dengan masyarakat yang heterogen. Jadi, saya mengajak seluruh umat beragama di Sulbar untuk dapat saling menghargai perbedaan, dan tetap menjaga toleransi antar-sesama pemeluk agama," kata dia di Mamuju, Jumat, saat membuka Sidang Majelis Daerah (SMD) Khusus Gereja Bethel Indonesia (GBI) Sulbar.
Ia mengapresiasi perjalanan panjang GBI di Sulbar yang dibangun melalui perjuangan para pendeta dan pengurus gereja di berbagai daerah.
"Saya tahu bagaimana perjuangan Gereja Bethel di Kabupaten Mamuju oleh Pendeta Markus dan rekan-rekan, begitu juga di Mamasa, Mamuju Tengah hingga Pasangkayu,” katanya.
Ia menyebut saat ini GBI telah memiliki sekitar 105 hingga 107 gereja di Sulbar yang berarti banyak umat bergantung pada pembinaan rohani dan sosial dilakukan gereja.
Oleh karena itu, ia menyatakan berkomitmen mendukung program-program GBI yang selaras dengan agenda pembangunan daerah, seperti peningkatan pertumbuhan ekonomi, penurunan angka kemiskinan, penanganan stunting hingga hilirisasi sektor pertanian dan perkebunan.
“Ada yang terkait dengan program daerah, kita kerjasamakan. Kita dorong Gereja Bethel untuk mengambil peran dalam membangun Provinsi Sulbar," ujarnya.
Ia mengatakan agama dan nilai-nilai spiritual sejatinya menjadi dasar lahirnya ilmu pengetahuan dan peradaban manusia.
Menurutnya, banyak penelitian dan penemuan bermula dari keyakinan yang kemudian berkembang menjadi fakta ilmiah.
"Kalau kita mengkaji filsafat, sesungguhnya sains atau ilmu itu sumbernya dari landasan-landasan pemikiran spiritual. Jadi agamalah yang mendahulukan segalanya hingga terbentuk ilmu," katanya.
Ia juga menegaskan pentingnya integritas dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Menurutnya, seluruh pejabat di Indonesia berasal dari latar belakang agama dan bahkan disumpah berdasarkan kitab suci masing-masing sebelum menjalankan amanah jabatan.
Namun, Suhardi Duka juga mengingatkan bahwa masih banyak persoalan bangsa yang justru dilakukan oleh oknum yang memiliki latar belakang agama.
"Indonesia adalah negara yang kaya sumber daya, tetapi kalau dibandingkan dengan Singapura, mereka tidak punya sumber daya sebesar kita namun lebih maju dan sejahtera. Kuncinya adalah integritas," katanya
Ia menyinggung kebijakan Presiden Prabowo terkait hasil ekspor nasional yang harus masuk dan dikelola di dalam negeri melalui Badan Usaha Milik Negara s(BUMN) sektor sumber daya alam.
Kondisi tersebut, kata dia, menuntut lembaga-lembaga keagamaan untuk mengambil peran lebih besar dalam membangun moral dan kesalehan sosial masyarakat.
"Kita tidak hanya menanamkan iman kepada umat, tetapi bagaimana iman itu memancar dalam bentuk karya nyata dan kesalehan sosial," kata Suhardi Duka.
Pewarta : Amirullah
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
