
Legislator Makassar prihatin kasus pembunuhan rudapaksa anak

Makassar (ANTARA) - Legislator DPRD Kota Makassar Azwar Rasmin menyikapi kasus dugaan pembunuhan disertai rudupaksa terhadap anak korban perempuan inisial NU (12) yang jasadnya ditemukan dalam kondisi tanpa busana dan kepala ditutupi televisi rusak di toilet rumah kosong, Jalan Sultan Abdullah II, Kecamatan Tallo, Sulawesi Selatan.
"Kejadian ini perlu disikapi serius. Kita sangat bersedih tentunya atas kejadian tersebut. Dan ini menjadi peringatan buat kita semua terutama para pemangku jabatan yang ada di Kota Makassar," ujarnya merespons kejadian tersebut kepada wartawan, Kamis.
Perbuatan biadab itu diduga dilakukan pelaku inisial IK (19) kepada anak korban pada Selasa, (26/5/2026) malam hingga ditemukan orang di lokasi kejadian pada Rabu (27/5/2026) tepat di Hari Raya Idul Adha 1447 Hijiriah dengan kondisi mengenaskan.
Atas kejadian tersebut, Azwar menekankan peristiwa ini jangan sampai terulang, anak-anak menjadi korban kejahatan kekerasan seksual tidak hanya dilakukan orang dewasa tapi juga sesama remaja.
"Ini tidak boleh terulang lagi, sekian kali anak-anak meninggal, bahkan tega dibunuh sesamanya remaja. Pernah ada kejadian seperti itu dua tahun lalu di Batua, terbunuh atas tindakan rudupaksa. ironisnya pelakunya remaja," ucap dia.
Oleh karena itu, semua pemangku kebijakan utamanya Pemerintah Kota mengantisipasi kejadian serupa seperti itu, agar tidak terulang kembali. Diperlukan sinergisitas semua pihak untuk mencegah peristiwa kekerasan seksual pada anak.
Pihaknya menyarankan ke Pemkot Makassar dan aparat kepolisian untuk memperketat aktivitas anak remaja atau pun pemuda maupun keluarga membatasi aktivitas mereka saat tengah malam termasuk memperbanyak kamera pengawas atau CCTV.
"Keamanan di malam hari diperketat, penggunaan CCTV mesti dimaksimalkan anggaran pembinaan digelontorkan serta pembinaan dari keluarga maupun pembinaan keagamaan di maksimal pada setiap wilayah di kota ini," tuturnya menegaskan.
Pihaknya juga menyoroti maraknya akses pornografi sampai judi online melalui gadget atau ponsel dikonsumsi anak remaja. Hal ini dapat memicu kejahatan karena para penikmatnya sudah kecanduan lalu, mencari jalan pintas berbuat kriminal.
"Ini sangat menyedihkan, ada anak-anak kita tertimpa musibah tersebut. Kemudian tentang pornografi, judi online ini harus tindak tegas. Pemkot Makassar dan kepolisian mesti konsen terhadap masalah itu dan bisa mengantisipasinya," tuturnya.
Guna meminimalisir dampak buruk konten-konten pornografi dan judi online, menurut dia, pemerintah kota dapat memblokir secara lokal bekerja sama dengan pihak operator agar konten tersebut tidak dapat diakses dengan mudah.
"Saya kira bisa, teknologi sekarang kita canggih. Kalau ada biayanya, tidak apa-apa studi banding. Biaya saya kira tidak besar dan harusnya Pemkot bisa memaksimalkan itu, bagaimana supaya bisa diblok konten pornografi dan judi online. Tidak apa-apa kita gelontorkan APBD untuk keselamatan anak didik kita, keluarga, dan masyarakat kita," katanya kembali menekankan .
Sebelumnya, penemuan jasad korban membuat geger, hingga menjadi perbincangan publik. Korban diduga dibunuh pelaku serta merudupaksanya dalam kondisi kritis usai membenturkan kepalanya di lantai. Pelaku diduga kuat dalam pengaruh narkotika saat kejadian bahkan kecanduan menonton film porno.
Pewarta : M Darwin Fatir
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
