
747 orang mengungsi akibat banjir di Manado

Jakarta (ANTARA) - BNPB menyebutkan sebanyak 747 jiwa terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman menyusul bencana banjir yang merendam kawasan permukiman penduduk di Kota Manado, Sulawesi Utara.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dalam keterangan di Jakarta, Sabtu, mengatakan bahwa secara keseluruhan ada 314 kepala keluarga atau 968 jiwa terdampak banjir yang dipicu luapan saluran air yang tidak mampu membendung tingginya intensitas hujan.
"Sebanyak 215 kepala keluarga atau 747 jiwa terpaksa mengungsi ke lokasi yang lebih aman," kata dia.
Abdul menjelaskan bahwa luapan air yang menggenangi kawasan hilir tersebut menyebabkan sedikitnya 468 unit rumah warga terendam dengan ketinggian air yang bervariasi di beberapa titik.
Cakupan wilayah terdampak genangan banjir ini dilaporkan tersebar luas di lima wilayah kelurahan yang berada di bawah administrasi empat kecamatan di Kota Manado.
Kluster permukiman yang terendam meliputi Kelurahan Pakowa di Kecamatan Wanea, Kelurahan Paal IV di Kecamatan Tikala, Kelurahan Dendengan Dalam di Kecamatan Paal Dua, serta Kelurahan Komo dan Kelurahan Ternate Tanjung di Kecamatan Wenang.
Pewarta : M. Riezko Bima Elko Prasetyo
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
